Open Pit Damar, Proyek Good Practice Minning PT Timah Tbk

PT. Timah Tbk melakukan penataan proses eksplorasi dan eksploitasi tambang timah di darat. Sejak Maret 2018 PT. Timah Tbk menjadikan kawasan izin Usaha Pertambangan (IUP) Batu Besi yang berada di Damar, Kabupaten Belitung Timur sebagai pilot proyek yang mengusung pertambangan ramah lingkungan (good practice minning).
Kawasan IUP di Desa Damar yang dikenal dengan open pit yang dulunya dikerjakan oleh mitra PT Timah Tbk dirubah menjadi proyek uji coba penambangan yang menerapkan teknik penambangan ramah lingkungan. Aspek lingkungan, keselamatan kerja, hingga pasca tambang sudah diterapkan sejak awal pembukaan kawasan tambang.
Kepala Unit Pertambangan Timah Primer (UPTP) Belitung, Dananggoro W menuturkan lahan yang menjadi pilot proyek oleh PT. Timah Tbk memiliki total luas 604 ha. Dari luasan tersebut, hanya 120 an ha yang nantinya dimanfaatkan untuk pilot projects timah primer dengan pola good minning practice.
"Dari 120 hektar ini juga akan mencakup CSR berkesinambungan yang melibatkan masyarakat desa terdampak dengan aktivitas pertambangan," katanya, saat menerima kunjungan perwakilan pimpinan media di Bangka Belitung akhir pekan lalu.
Penataan ini sendiri sudah jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi kawasan ini sebelumnya, menurut Danang sebelum dilakukan penataan, kawasan pertambangan tersebut sebagai besar merupakan kolong bekas galian.
Di kawasan Batu Besi ini, pihaknya berencana akan mengelola 5 blok, namun saat ini baru 1 blok saja yang baru di kelola. Danang menyebutkan 1 blok ini akan ditambang dengan kedalaman maksimum 40 meter, dengan luas bukaan panjang 400 meter dan lebar 200 an meter.
"Sekarang baru di kedalaman 20 meter, maka pola penambangan harus rapi karena potensi kerawanan adalah longsor. Sangat mungkin terjadi karena kesalahan itu salah gali (Under Cutting). Sehingga bahaya-bahaya itu bisa hilang,"
Dikatakan Danang keberhasilan sebuah aktivitas pertambangan yang mengusung pola good minning practice adalah me-manage air.
"Artinya apa dalam kondisi hujan lebat tidak menimbulkan banjir atau genangan air dalam kawasan tambang yang sedang di kelola. Selama ini kerap terjadi longsor karena kerap galiannya diatas ada kolam (genangan air), jangan pernah melawan air," ucapnya.
Untuk hasil produksi sendiri, Danang mengatakan belum bisa memastikan jumlah produksi. Dirinya beralasan jika pihaknya masih melakukan uji coba, namun ia optimis dengan cadangan timah primer yang ada di Batu besi ini.
"Masih try and error (uji coba) tapi kita merasa optimis. Kita juga sudah masukan potensial produksi ini dalam RKAB, tapi baru bisa terealisasi pada triwulan kedua tahun 2020 sebesar 1000 ton/tahun," ucapnya.
