Konten Media Partner

Pasca-PT BGR Dibubarkan, Ini Kata Dirut JFX Soal Gudang Timah

Babel Hitsverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Jakarta Futures Exchange, Stephanus Paulus Lumintang. (Dok JFX)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Jakarta Futures Exchange, Stephanus Paulus Lumintang. (Dok JFX)

Kementerian BUMN secara resmi mengumumkan untuk membubarkan 3 BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan menggabungkannya ke dalam perusahaan BUMN lain, salah satunya adalah PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) yang bergerak di bidang logistik, digabungkan ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI. Pembubaran dan penggabungan tersebut berdasarkan PP Nomor 97 Tahun 2021.

Padahal di Provinsi Bangka Belitung keberadaan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) cukup vital, lantaran perusahaan plat merah ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pergudangan komoditi pertimahan. Bahkan BGR bersinergi dengan salah satu bursa, yakni Jakarta Future exchange (JFX).

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange, Stephanus Paulus Lumintang mengatakan dengan adanya penggabungan dua perusahaan BUMN yakni PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) yang bergerak di bidang logistik, digabungkan ke dalam PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI. Seharusnya tidak berpengaruh pada aktivitas perdagangan di bursa timah BBJ.

Paulus tidak menyebutkan secara rinci berapa stok timah yang ada di PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).

“Persediaan timah murni batangan, dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan, karena adanya transaksi hampir setiap hari,” katanya. Selasa (21/9/2021).

Meski demikian, Paulus tidak menampik jika pihaknya saat ini sedang memikirkan dan berkoordinasi bersama stakeholders untuk mengatasi soal pergudangan timah.(*)