Sedekah Bumi Desa Rias, Wujud Syukur Panen Melimpah

Petani Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, menggelar Sedekah Bumi sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa lantaran hasil panen yang melimpah.
Tradisi tersebut tidak hanya sebagai rasa syukur namun para petani juga memanjatkan doa agar penanaman padi selanjutnya diberikan keberkahan dan kembali sukses dalam hasil panennya kelak.
Ketua Gabungan Kelompok Petani Sepakat Jaya, Ariyanto mengatakan, Sedekah Bumi ini merupakan upacara adat sebagai rasa syukur petani kepada Tuhan YME.
"Alhamdulillah karena keberhasilan panen raya kali ini, kita sepakat untuk mengadakan Sedekah Bumi sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT," imbuhnya.
Sedekah Bumi yang digelar di sela - sela petak sawah itupun rutin dilakukan petani Desa Rias, ketika hasil panen mereka dikatakan berhasil.
"Walaupun ada yang gagal panen kurang lebih 100 hektar akibat kekeringan yang melanda pada bulan lalu, panen padi kali ini cukup memuaskan," ucap Ariyanto kepada wartawan, Kamis (31/10/2019).
Beberapa ritualpun dilakukan untuk memperlengkap tradisi tersebut, yakni ada ritual bakar kemenyan, doa - doa, nasi tumpeng sampai tarian kuda lumping dari kesenian Jaranan Turonggo Seto.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Suhadi mengatakan setelah panen kali ini, para petani akan melakukan pengelohan lahan lagi untuk ditanami padi kembali.
"Dibulan Oktober dan November petani fokus dalam mengelola lahan pasca panen," imbuh Suhadi.
Dikatakan Suhadi pada masa panen kemarin di Desa rRas sendiri menghasilkan kurang lebih 48 ribu ton padi.
"Sebanyak 48 ribu ton tersebut disalurkan sebagian besar di wilayah Bangka Belitung, selebihnya ada juga di bawa keluar daerah Bangka Belitung," papar Suhadi kepada wartawan.
Selain itu, proses penanaman padi yang akan dilakukan kembali pada beberapa bulan mendatang, Pemkab Basel akan memberikan penangkar benih.
"Jadi 40 hektar kita berikan lahan untuk pembenihan atau penangkar benih," tukas Suhadi.
