Mengenal Gejala dan Penyebab Penyakit Ginjal pada Wanita

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ginjal merupakan organ dalam tubuh penting manusia, yang memiliki fungsi utama menyaring pembuangan zat limbah dan racun dari darah. Fungsi lainnya yang juga tak kalah penting dari ginjal adalah mempertahankan tekanan darah, menjaga keseimbangan asam basa dalam darah, memproduksi hormon eritropoietin yang berkontribusi dalam memproduksi sel darah merah, menjaga kadar ion dan elektrolit tubuh, mengolah vitamin D, dan mengeluarkan air yang berlebihan dari dalam tubuh dalam bentuk urine. Ukuran ginjal adalah sekepalan tangan orang dewasa. Letaknya berada di bawah tulang rusuk di rongga belakang tubuh.
Penyakit gangguan ginjal lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Namun, pria lebih sering harus dicuci darahnya daripada wanita ketika mengalami gangguan ginjal. Karena merupakan penyakit yang serius, kita harus mengenali gejala-gejala sakit ginjal dan penyebabnya.
Berikut ini gejala dan penyebab penyakit ginjal pada wanita:
Mual-mual bahkan muntah-muntah
Kulit kering dan bersisik
Nyeri berat di bagian punggung atau pinggang
Sulit berkonsentrasi
Merasa selalu kelelahan
Sering kram otot
Mengalami gangguan tidur
Produksi urine berkurang atau tidak buang air kecil sama sekali
Warna urine berubah
Cairan pada tubuh menumpuk
Dorongan seksual menurun
Tidak nafsu makan
Kesadaran menurun
Ada pembengkakan pada sekitar mata dan kedua tungkai
Jumlah sel darah merah menurun bahkan bisa anemia
Kadar kalium dalam tubuh menurun tiba-tiba
Peradangan pada dinding terluar jantung
Jika menjumpai beberapa gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter.
Penyebab penyakit ginjal pada wanita
Faktor penyebab dan peningkat risiko penyakit ginjal pada wanita tidak berbeda jauh dengan pria, misalnya:
Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik dosis tinggi, antijamur, antinyeri, dan obat herba
Penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang
Sepsis, dehidrasi berat, atau keadaan lain yang memicu berkurangnya frekuensi aliran darah ke ginjal
Autoimun
Hipertensi
Diabetes kronis yang tidak terkontrol
Infeksi ginjal yang sering kambuh
Riwayat keluarga
Kelainan bawaan lahir
Infeksi pada saluran kemih berulang
Untuk mencegah penyakit ginjal sedini mungkin, ikuti beberapa kiat berikut:
Memperbanyak minum air putih
Mengontrol tekanan darah dan gula darah
Mengurangi asupan garam
Tidak merokok
Menjaga kebersihan organ intim dan saluran intim
Tidak sembarangan minum obat
Apabila penyakit ginjal tidak segera ditangani, penderita dapat menderita komplikasi. Jika ginjal sudah tidak dapat menjalankan tugasnya dengan benar, penderita harus menjalani proses cuci darah rutin untuk membuang zat-zat beracun dari tubuh.
