Konten dari Pengguna

Pengertian, Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan Sakit Maag

Babyologist

Babyologist

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian sakit maag

Sakit maag adalah kondisi nyeri dan panas pada lambung yang disebabkan karena beberapa hal.

Gejala sakit maag

Secara umum, gejala sakit maag adalah sebagai berikut :

  • Nyeri di ulu hati
  • Perut bagian atas terasa panas dan terbakar
  • Mual, terutama saat makan
  • Muntah
  • Sering kentut
  • Sering bersendawa
  • Diare
  • Cepat merasa kenyang setelah makan
  • Rasa kenyang berkepanjangan setelah makan
  • Adanya refluks atau kondisi kembalinya makanan atau cairan dari lambung ke kerongkongan
  • Perut kembung
  • Intoleransi terhadap makanan berlemak
  • Nafsu makan menurun

Penderita sakit maag harus segera dibawah ke dokter jika mengalami :

  • Mual dan muntah terus menerus
  • Muntah darah
  • Mengeluarkan tinja berwarna gelap atau mengandung darah
  • Sulit bernapas
  • Anemia
  • Nyeri perut tiba-tiba dan sangat menyakitkan
  • Sulit menelan
  • Berat badan turun tanpa sebab

Gejala sakit maag dapat memburuk jika penderita juga mengalami stres. Kebiasaan mengonsumsi makan pedas dan berlemak serta mengonsumsi makanan terlalu banyak dan terlalu cepat dapat memperbesar kemungkinan terkena sakit maag. Kondisi yang dapat memicu sakit maag lainnya adalah radang pada pankreas dan tersumbatnya usus.

Penyebab sakit maag

Sakit maag dapat disebabkan oleh beberapa faktor yang dapat dibedakan menjadi faktor gaya hidup tidak sehat, faktor gangguan saluran pencernaan, faktor komplikasi dari kondisi medis tertentu, dan faktor efek samping penggunaan obat-obatan. Detail dari penyebab sakit maag di antaranya adalah :

  • Kebiasaan merokok
  • Stres
  • Makan terlalu cepat
  • Makan terlalu banyak
  • Berlebihan dalam mengonsumsi minuman bersoda, alkohol, dan kafein
  • Berlebihan dalam mengonsumsi makanan pedas, berminyak, dan berlemak
  • Batu empedu
  • Kanker lambung
  • Hernia hiatus
  • Penyakit celiac
  • Penyumbatan usus
  • Penyakit iskemia usus
  • Pankreatitis
  • Gastritis
  • Penyakit GERD
  • Efek samping obat antibiotik
  • Efek samping obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen dan diclofenac)

Diagnosis sakit maag

Dokter akan memeriksa fisik pasien yang diduga sakit maag meliputi :

  • Mendeteksi kondisi perut (apakah kembung, nyeri, atau benjol)
  • Mendengarkan suara dalam perut dengan menggunakan stetoskop

Pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis sakit maag adalah dengan :

  • Tes darah
  • Tes tinja dan napas
  • Endoskopi

Pengobatan sakit maag

Sakit maag dapat diobati dengan cara berikut di bawah ini berdasarkan kondisi medis yang mendasari timbulnya sakit maag.

Mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi sakit maag (biasanya antasida, antibiotik, antidepresan, prokinetik, obat antagonis reseptor H2, dan/atau obat penghambat pompa protonMelakukan psikoterapi untuk menangani rasa cemas dan depresi yang dapat mengganggu pencernaan

Jika tidak segera diobati, sakit maag dapat menyebabkan peritonitis, stenosis pilorus, Barrett’s esophagus, dan penyempitan esofagus.

Pencegahan sakit maag

Sakit maag dapat dicegah dengan cara :

Mengurangi beban lambung dengan cara mengonsumsi makanan dalam jumlah kecilMemakan makanan perlahan-lahan dan mengunyah makanan hingga halus sebelum menelannyaMenghindari makanan yang mengandung kadar asam tinggiMembatasi konsumsi makanan pedas, berminyak, berserat tinggi, dan berlemakMembatasi konsumsi minuman berkafein dan beralkoholMenghindari dan/atau berhenti merokokIstirahat cukup dan memposisikan kepala lebih tinggi daripada badan agar proses pencernaan dapat berlangsung dengan baikMenghindari olahraga dalam keadaan perut penuhMengendalikan stresMenghindari berbaring setelah makanMenghindari konsumsi obat-obatan yang menyebabkan nyeri lambung