Cara Mengatasi Nyeri Punggung dan Pinggang Pasca-Melahirkan

The trusted and resourceful media for pregnancy & maternity in Indonesia. Our vision is to make The Journey beautiful and enjoyable!
Tulisan dari Babyologist tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah melahirkan dua anak kembar, saya cukup sering merasakan sakit 2P (punggung dan pinggang). Tidak jarang hal ini membuat saya kesusahan untuk bergerak, seperti halnya berjalan, membungkuk, menggendong anak, bahkan bangun dari tempat tidur pun susah.
Akhirnya, saya bertanya kepada dokter spesialis kandungan saya tentang masalah nyeri ini. Dokter spesialis kandungan saya mengatakan bahwa kondisi ini adalah hal wajar dialami para ibu setelah melahirkan. Sebab, saat sedang mengandung, tubuh para ibu mengalami perubahan bentuk postur.
Penting juga bagi ibu untuk melakukan aktivitas seperti berolahraga ringan guna menjaga bentuk tubuh atau kegiatan renang singkat yang berguna untuk menjaga agar seluruh otot tubuh tidak tegang. Di samping itu, saya sendiri mengalami kehamilan kembar yang pastinya jauh lebih mengubah bentuk postur tubuh saya. Ditambah lagi, saya melahirkan secara sectio yang diberikan suntikan epidural.
Kemudian, saya bertanya cara mengatasi nyeri punggung dan pinggang ini, sebaiknya dengan cara apa? Berikut ini beberapa cara mengatasinya:
Pergi ke dokter spesialis kandungan untuk melakukan tindakan USG terlebih dahulu, memeriksa ada atau tidaknya masalah pada pola bentuk rahim dan tulang panggul, mengingat hal ini terjadi pascamelahirkan. Setelah itu, dokter akan memberikan obat pereda nyeri jika diperlukan.
Atau dokter akan menyarankan untuk menemui dokter spesialis saraf atau dokter ortopedi untuk dapat ditindaklanjuti.
Biasanya, akan diminta untuk melakukan fisioterapi.
Jika berada di rumah, minta tolonglah kepada suami atau asisten rumah tangga untuk memberikan pijatan lembut pada area tengkuk leher, punggung, pinggang, panggul yang bertujuan melepas hormon endorphin, yaitu hormon alami yang memberikan rasa relaksasi yang baik.
Mengompres dengan air hangat dan air dingin secara bergantian di area yang nyeri.
Pastikan kondisi tempat tidur Anda tidak melengkung, karena hal ini akan memperburuk kondisi tubuh.
Melakukan jemur pagi pada area yang sakit.
Berolahraga ringan, seperti yoga postnatal ataupun berenang. Jangan melakukan gerakan squat, jump, dan sejenisnya karena dapat memperburuk kondisi tubuh.
Jangan lupa konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup per harinya (minimal 1,5 L) dan sumber vitamin D lainnya.
Semoga bermanfaat.
---
By: Gavrila Joanita
Copyright by Babyologist
