Bacaan Tarhim Subuh Lengkap yang Memiliki Makna Bagus

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan tarhim subuh lengkap merupakan lantunan yang sering mengisi waktu subuh atau menjelang subuh, khususnya di bulan Ramadan. Umat muslim biasa melafalkan bacaan tersebut di tempat ibadah, seperti musala atau masjid.
Seiring dengan tempat berkumandangnya, tarhim subuh juga memiliki kaitan dengan ibadah umat muslim. Kegiatan melafalkan tarhim pada bulan suci Ramadan memiliki tujuan untuk membangunkan umat muslim agar melaksanakan sahur dan salat.
Bacaan Tarhim Subuh Lengkap yang Biasa Dilantunkan saat Bulan Ramadan
Tarhim subuh merupakan bacaan yang mencakup lantunan selawat, zikir, serta takbir. Bacaan tersebut memiliki nama “tarhim subuh” karena umat muslim biasa melantunkannya menjelang salat subuh.
Tarhim subuh saat bulan Ramadan memiliki kegunaan untuk mengingatkan umat muslim untuk segera sahur dan mendirikan salat malam. Kegunaan tersebut muncul karena tarhim di bulan Ramadan berlangsung menjelang waktu imsak (10 menit sebelum subuh).
Dikutip dari laman Jabar NU, jabar.nu.or.id, berikut ini adalah bacaan tarhim subuh lengkap.
Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaiyk, Yaa imaamal mujaahidiin, Yaa Rasuulallaah Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaaik, Yaa naashiral hudaa, Yaa khayra khalqillaah Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaaik, Yaa naashiral haqqi yaa Rasuulallaah Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaaik. Yaa Man asraa bikal muhayminu laylan nilta, Maa nilta wal-anaamu niyaamu, Wa taqaddamta lish-shalaati fashallaa kulu man fis-samaai wa antal imaamu wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman wa ilal muntahaa rufi’ta kariiman wa sai’tan nidaa ‘alaykas salaam, Yaa kariimal akhlaaq yaa Rasuulallaah, Shallallaahu ‘alayka, Wa ‘alaa 'aalika wa ashhaabika ajma’iin.
Bacaan di atas memiliki makna tentang selawat untuk Rasulullah saw. Makna tersebut terlihat pada arti kalimat pertama, yaitu:
Ash-shalaatu was-salaamu ‘alaiyk, Yaa imaamal mujaahidiin (Selawat dan salam semoga dilimpahkan padamu wahai pemimpin para pejuang)
Anjuran Tarhim dalam Pandangan Islam
Setiap kegiatan ibadah dalam ajaran Islam mempunyai anjuran yang jelas. Demikian pula dengan anjuan melaksanakan tarhim. Hukum tarhim adalah sunah.
Dikutip dari buku Pendidikan Islam Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah Kajian Tradisi Islam Nusantara, Subaidi (2019: 93), hukum sunah tersebut merujuk pada hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud:
Dari Abdullah bin Mas’ud Rasulullah saw. bersabda, “Kalian tak perlu mencegah Bilal untuk azan sewaktu sahur karena azannya itu bertujuan mengingatkan siapa saja yang masih berjaga dan sekaligus membangunkan yang tertidur.
Berdasarkan hadis tersebut, umat muslim pun melaksanakan tarhim sebelum masuk waktu fajar. Jadi, umat muslim yang masih terlelap dapat bangun dari tidur dan mempersiapkan diri untuk melaksanakan salat subuh.
Baca juga: Bacaan Sholawat Munjiyat Latin dan Artinya Lengkap
Bacaan Tarhim Subuh lengkap merupakan pengetahuan penting bagi umat muslim. Pengetahuan tersebut memiliki manfaat agar umat muslim memahami bahwa ada banyak selawat serta zikir yang terdapat dalam ajaran Islam. Wallahu a’lam bishawab. (AA)
