Contoh Bacaan Isymam dan Cara Pelafalannya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan Isymam merupakan materi yang dipelajari oleh siswa MTs kelas 9. Siswa akan diajarkan pengertian dan contoh bacaan isymam, serta cara pelafalannya.
Isymam termasuk dalam salah satu jenis hukum bacaan gharib pada ilmu tajwid. Gharib adalah hukum bacaan yang tidak biasa dalam Al-Qur'an karena samar, baik dari segi huruf, lafal, maupun maknanya.
Contoh Bacaan Isymam dalam Al-Qur'an
Isymam adalah mengombinasikan harakat fathah dengan harakat damah disertai dengan mengumpulkan bibirnya. Dikutip dari buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas IX, Aminudin (2021:69), contoh bacaan isymam dan cara membacanya adalah sebagai berikut.
Bacaan isymam hanya berlaku pada satu surah, yaitu QS Yusuf (12) ayat 11 berikut ini.
قَالُوا يَا بَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَا صِحُونَ
Latin: Qaaluu yaa abaanaa maa laka laa ta'mannaa ‘alaa yuusufa wa innaa lahuu lanaasihuun(a).
Artinya: Mereka berkata, “Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak memercayai kami atas Yusuf, padahal sesungguhnya kami benar-benar menginginkan kebaikan baginya?" (QS. Yusuf: 11).
Pada lafal لا تأمنا cara membacanya adalah sebagai berikut.
Nun tasydid diuraikan sehingga menjadi dua nun, yaitu nun mati (sukun) dan nun hidup (fathah). Contoh: Laa ta'manna (لا تَأْمَنَّا).
Nun mati pertama sebagai tempat bacaan isymam, sehingga melafalkan nun itu لا تأمن dengan kedua bibir dimonyongkan ke depan sebagaimana melafalkan huruf nun (melalui asmaul huruf).
Menarik bibir yang monyong tersebut sambil mengucapkan nun kedua, sehingga lengkap menjadi لَا تَأْمَنْنَا.
Isymam artinya mengumpulkan. Penjelasannya yaitu mengisyaratkan harakat damah sebentar setelah sukun, yaitu dengan mengumpulkan, memacungkan, atau memonyongkan kedua bibir sebagai isyarat bunyi damah.
Ketentuan dalam bacaan isymam yaitu dengung, moncongkan bibir, atau menggabungkan dua bibir. Isymam dibaca dengan memonyongkan dua bibir tanpa bersuara dan bernapas, untuk mengiringi huruf yang sukun sebagai isyarat damah.
Asal kata لَا تَأْمَنَّا adalah لا تَأْمَنُنَا . Namun, hanya tertulis satu nun yang bertasydid dan tidak ditemukan damah. Untuk menengahi keduanya, maka timbullah isymam, yaitu bacaan mengikuti tulisan. Sedangkan, gerakan bibir mengikuti lafal kata asal.
Baca juga: Hukum Bacaan Gunnah: Pengertian dan Contohnya pada Al-Qur'an
Isymam adalah memasukkan bacaan harakat damah pada huruf nun sakinah dengan cara memajukan bibir tanpa suara. Contoh bacaan isymam hanya terdapat dalam Al-Qur'an surat Yusuf ayat 11.(DK)
