Konten dari Pengguna

Doa Puasa Hari ke-17 Ramadhan: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Doa Puasa Hari Ke-17 Ramadhan, Foto: Unsplash/artisteer.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Doa Puasa Hari Ke-17 Ramadhan, Foto: Unsplash/artisteer.

Doa puasa hari ke-17 Ramadhan bisa dihafalkan dan diamalkan umat muslim. Doa orang yang sedang berpuasa sendiri termasuk ke dalam salah satu mustajabnya doa. Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan memperbanyak berdoa.

Doa puasa hari ke-17 ini berisi mengenai permintaan kepada Allah Swt., untuk mengabulkan hajat atau keinginan. Selain itu, juga berkaitan mengenai amalan-amalan lainnya.

Doa Puasa Hari ke-17 Ramadhan

Ilustrasi Doa Puasa Hari Ke-17 Ramadhan, Foto: Unsplash/YakubovAlim.

Dikutip dari laman nu.or.id, Ramadan menjadi momen umat muslim untuk memanjatkan doa sebanyak-banyaknya. Sebab, doa orang yang sedang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah Swt. Sebagaimana penjelasan Rasulullah Saw. berikut.

ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

"Tiga golongan yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi." (HR Ahmad, shahih)

Oleh karena itu, umat muslim dianjurkan memperbanyak berdoa, termasuk doa puasa hari ke-17 Ramadhan. Berikut adalah bacaan selengkapnya.

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

Arab Latin: Allâhummahdinî fîhi lishâlihil a'mâl, waqdhilî fîhil hawâija wal amâl, yâ Mal lâ yahtâju ilat tafsîri was-suâl, yâ 'âliman bimâ fî shudûril 'âlamîn, shallî 'alâ Muhammadin wa âlihith thâhrîn.

Artinya: Ya Allah, bimbinglah daku di bulan yang mulia ini untuk mengamalkan kesalehan, tunaikan di dalamnya semua keperluan dan dan sampaikan daku pada cita-citaku, wahai Yang Tidak Memerlukan penjelasan dan permohonan, wahai Yang Mengetahui apa yang tersimpan dalam hati semua manusia, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya yang suci.

Doa tersebut dapat dipanjatkan ketika menjelang berbuka puasa, karena termasuk ke dalam salah satu mustajabnya doa. Hal ini dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin sebagai berikut.

ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﺒﻞ ﺍﻹﻓﻄﺎﺭ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻐﺮﻭﺏ ؛ ﻷﻧﻪ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻓﻴﻪ ﺍﻧﻜﺴﺎﺭ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻭﺍﻟﺬﻝ ﻭﺃﻧﻪ ﺻﺎﺋﻢ ، ﻭﻛﻞ ﻫﺬﻩ ﺃﺳﺒﺎﺏ ﻟﻺﺟﺎﺑﺔ ﻭﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﻄﺮ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻗﺪ ﺍﺳﺘﺮﺍﺣﺖ ﻭﻓﺮﺣﺖ ﻭﺭﺑﻤﺎ ﺣﺼﻠﺖ ﻏﻔﻠﺔ ، ﻟﻜﻦ ﻭﺭﺩ ﺩﻋﺎﺀ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻮ ﺻﺢ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﻓﻄﺎﺭ ﻭﻫﻮ : ” ﺫﻫﺐ ﺍﻟﻈﻤﺄ ﻭﺍﺑﺘﻠﺖ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﺛﺒﺖ ﺍﻷﺟﺮ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ” } ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻭﺣﺴﻨﻪ ﺍﻷﻟﺒﺎﻧﻲ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺢ ﺳﻨﻦ ﺃﺑﻲ ﺩﺍﻭﺩ ‏( ‏) { ﻓﻬﺬﺍ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﺇﻻ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﻄﺮ ،

Artinya: Doa (yang mustajab) adalah sebelum/menjelang berbuka yaitu ketika akan terbenam matahari. Karena saat itu terkumpul (sebab-sebab mustajabnya doa) berupa hati yang tunduk dan perasaan rendah (di hadapan Rabb) karena ia berpuasa. Semua sebab ini adalah penyebab doa dikabulkan. Adapun setelah berbuka puasa, badan sudah segar lagi dan nyaman. Bisa jadi ia lalai (akan sebab-sebab mustajab). Akan tetapi terdapat hadis yang seandainya shahih maka doa mustajab itu setelah buka puasa yaitu doa: Dzahabaz dzama’ wabtallail ‘uruq wa tsabatal ajru insyaallah. Maka doa mustajab itu setelah berbuka.

Baca Juga: Materi Nuzulul Quran untuk Anak SD yang Mudah Dipahami

Itulah doa puasa hari ke-17 Ramadhan yang bisa diamalkan. Doa puasa ke-17 ini berisi mengenai agar hajat dan keinginan dikabulkan oleh Allah Swt. (Umi)