Konten dari Pengguna

Hukum Bacaan Mad: Pengertian, Jenis, beserta Contoh Bacaannya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hukum Bacaan Mad. Sumber: Unsplash/Anis Coquelet
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hukum Bacaan Mad. Sumber: Unsplash/Anis Coquelet

Hukum bacaan mad merupakan pengetahuan penting bagi pemeluk agama Islam. Pengetahuan tersebut penting karena mampunyai kaitan dengan kegiatan mambaca Al-Qur’an.

Umat muslim yang memahami hukum mad akan lebih mudah dalam membaca ayat Al-Qur’an sesuai dengan tajwidnya. Fakta menunjukkan bahwa setiap jenis hukum mad memiliki ketentuan panjang harakat yang berbeda.

Hukum Bacaan Mad saat Membaca Ayat Al-Qur’an

Ilustrasi Hukum Bacaan Mad. Sumber: Unsplash/T Foz

Umat muslim perlu membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan tajwidnya. Salah satu hukum bacaan tajwid dalam membaca Al-Qur’an adalah mad. Hukum bacaan mad merupakan pengetahuan dasar bagi setiap pemeluk agama Islam untuk membaca kitab suci.

Dikutip dari buku Dasar-Dasar Ilmu Tajwid, Marzuki dan Sun (2020: 145), mad secara bahasa berasal dari bahasa Arab al-mad yang artinya memanjangkan atau tambah. Definisi tersebut selaras dengan makna mad secara istilah.

Mengutip dari buku yang sama karya Marzuki dan Sun (2020: 145), mad secara istilah mempunyai arti sebagai memanjangkan suara dengan suatu huruf di antara huruf mad atau lain (layyin).

Berdasarkan definisi tersebut, hukum mad saat membaca Al-Qur’an mengarah pada kegiatan memanjangkan suara. Panjang suara tersebut memiliki ukuran berupa harakat dan harakat hukum mad berbeda-beda, sesuai dengan jenisnya.

Jenis-Jenis Bacaan Mad dan Contohnya

Ilustrasi Hukum Bacaan Mad. Sumber: Unsplash/Indra Projects

Jenis hukum mad secara umum terbagi menjadi dua, yakni mad thabi’i dan mad far’i. Berikut ini adalah definisi mad thabi’i dan mad far’i yang lengkap dengan contohnya.

1. Mad Thabi’i

Mad Thabi’i merupakan ketentuan mad secara umum. Hukum bacaan tersebut terjadi ketika menghadapi tiga kondisi, antara lain:

  • Tanda fathah bertemu huruf alif.

  • Tanda kasrah bertemu huruf ya’ mati.

  • Tanda dhammah bertemu huruf wau mati.

Jika muncul bacaan dengan kondisi tersebut, cara membacanya adalah dipanjangkan satu alif atau dua harakat. Contoh bacaan mad thabi’i, yaitu:

  • Surat Al Baqarah ayat 10 yang memuat pertemuan fathah dengan huruf alif (عَذَابٌ).

  • Surat Al Baqarah ayat 2 yang memuat pertemuan kasrah dengan huruf ya’ mati (فِيْهِ).

  • Surat Al Baqarah ayat 8 yang memuat pertemuan dhammah dengan huruf wau mati (يَّقُوْلُ).

2. Mad Far’i

Mad Far’i mempunyai banyak cabang. Dikutip dari buku Panduan Ilmu Tajwid Pegangan Ahlul Qur’an, Mashar (2025: 19), far’i secara istilah adalah hukum bacaan panjang yang terjadi karena terdapat hamzah, sukun, tasydid, dan waqaf.

Salah satu jenis mad far’i adalah mad jaiz munfashil. Hukum tersebut terjadi ketika huruf mad thabi’i (alif, wau mati, ya’ mati) bertemu dengan hamzah dalam dua kalimat atau kalimatnya terpisah. Panjang bacaannya adalah 5 harakat, contohnya:

  • Surat Al Bayyinah ayat 8, yang berbunyi “جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا ۗرَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗ ࣖ”.

Baca juga: Manfaat Mempelajari Ilmu Tajwid dalam Ibadah dan Hukumnya

Demikian jelas bahwa hukum bacaan mad merupakan hukum bacaan panjang saat membaca ayat Al-Qur’an. Umat muslim perlu mempelajarinya bersama guru agama Islam, guru ngaji, atau ustaz agar memperoleh pemahaman yang jelas. Wallahu a’lam bishawab. (AA)