Ketahui Hadits Tidurnya Orang Berpuasa Khususnya Pada Bulan Ramadan

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hadits tidurnya orang berpuasa adalah ibadah sering menjadi topik pembicaraan umat Islam. Terutama saat bulan Ramadan.
Tidur saat berpuasa dapat bernilai ibadah jika diniatkan untuk menjaga kekuatan dalam melaksanakan ibadah lainnya. Sebaliknya, tidur yang berlebihan tanpa tujuan yang jelas dapat mengurangi kesempatan untuk beramal saleh.
Hadits Tidurnya Orang Berpuasa adalah Ibadah dalam Islam
Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Ada banyak manfaat tidur.
Mulai dari mengembalikan energi, membersihkan racun-racun dan zat sisa metabolisme, hingga membantu meningkatkan konsentrasi dan daya pikir. Lalu, bagaimana dengan hadits tidurnya orang berpuasa adalah ibadah?
Hadis ini berbunyi:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُورٌ
Artinya: "Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni."
Dikutip dari situs resmi muhammaidyah.or.id, penting untuk dicatat bahwa hadis ini memiliki derajat yang lemah (dhaif). Beberapa ulama, termasuk Imam al-Baihaqi dalam "Syu'ab al-Iman", meriwayatkan hadis ini dengan sanad yang lemah.
Syaikh Al-Albani dalam "Silsilah al-Ahadits ad-Dha'ifah" juga mengkategorikannya sebagai hadis dhaif. Meskipun hadis ini lemah, beberapa ulama memberikan penjelasan mengenai maknanya.
Tidur saat berpuasa dapat bernilai ibadah. Jika tidur tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan diri agar lebih kuat dalam melaksanakan ibadah lainnya.
Misalnya, tidur siang agar dapat melaksanakan salat malam atau tarawih dengan khusyuk. Namun, jika tidur dijadikan alasan untuk bermalasan dan menghindari aktivitas ibadah, maka ini tidak sesuai dengan semangat puasa.
Imam al-Ghazali dalam "Ihya' Ulumuddin" menekankan bahwa salah satu adab puasa adalah tidak memperbanyak tidur di siang hari. Tujuannya agar seseorang merasakan lapar dan haus, yang dapat menjernihkan hati dan meningkatkan kualitas ibadah.
Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum. Namun, juga menahan diri dari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti ghibah (menggunjing) dan perbuatan maksiat lainnya.
Oleh karena itu, menjaga aktivitas yang produktif dan tetap beribadah selama berpuasa sangat dianjurkan. Tidur yang berlebihan tanpa alasan yang jelas dapat mengurangi kesempatan untuk beribadah dan meraih pahala yang maksimal.
Baca juga: 6 Orang yang Diperbolehkan Tidak Puasa Saat Ramadan
Hadits tidurnya orang berpuasa adalah ibadah memiliki derajat yang lemah. Sehingga tidak dapat dijadikan landasan utama dalam beramal. Penting untuk menjaga niat dan tujuan dalam setiap perbuatan khususnya di bulan Ramadan, termasuk tidur. (Gin)
