Memahami Makna Orang-Orang Kafir Menurut Surah Al-Bayyinah

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Surah Al-Bayyinah merupakan surah ke-98 dalam Al-Quran. Surah yang termasuk golongan Madaniyah ini memiliki arti pembuktian. Perlu diketahui, orang-orang kafir menurut Surah Al-Bayyinah adalah ahli kitab.
Surah Al-Bayyinah menjadi bukti kepada orang-orang kafir bahwa Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah Swt. Jadi, orang-orang tersebut diuji apakah akan tetap mengikuti janji atau kemauannya.
Arti Orang-Orang Kafir Menurut Surah Al-Bayyinah
Dikutip dari laman nu.or.id, Surah Al-Bayyinah memiliki banyak nama, seperti Surah Lam Yakun, Al-Qayyiman, Al-Bariyah, dan Surah Munfakkin.
Nama Al-Bayyinah sendiri memiliki beberapa sebab, yakni:
Pertama karena petunjuk-petunjuk risalah Islam sangatlah jelas bagi setiap orang berpikir, berakal, dan menginginkan kebenaran.
Selain itu dinamakan Al-Bayyinah dikarenakan Allah Swt. membuka surah ini dengan kalimat Lam yakunilladzina kafaru yang artinya orang-orang kafir atau kuruf. Jadi dapat dikatakan bahwa, orang-orang kafir menurut Surah Al-Bayyinah adalah ahli kitab.
Sedangkan turunnya Surah Al-Bayyinah dengan adanya orang-orang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik yang tidak ingin meninggalkan keyakinan mereka. Oleh sebab itu, turunlah surah ini untuk membuktikan bahwa agama Islam adalah agama yang paling benar.
Para ahli kitab mengetahui bahwa kelak akan muncul seorang nabi akhir zaman. Orang-orang musyrik Makkah pun mengetahui hal tersebut.
Hal tersebut semestinya menjadikan mereka percaya saat itu benar-benar terjadi yaitu diutusnya Nabi Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul terakhir oleh Allah SWT. Akan tetapi, orang-orang tersebut tidak mempercayai hal tersebut, justru saling berselisih paham.
Tafsir Surah Al-Bayyinah
Tafsir Surah Al-Bayyinah menurut Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’anil Azhim menyebutkan bahwa orang-orang kafir ahli kitab yang merupakan Yahudi dan Nasrani enggan meninggalkan agamanya meskipun sudah dijelaskan akan kehadiran Nabi Muhammad saw. dan kitabnya, yaitu Al-Qur’an yang tercatat di kalangan Mala'ul A'la atau para malaikat.
Namun ahli kitab tercerai berai dan berselisih mengenai takwil yang dimaksud Allah Swt. di dalam kitab-kitab mereka. Akibatnya, para ahli kitab tersebut banyak yang menyimpang dan enggan untuk mempercayai bahwa Nabi Muhammad saw. sebagai utusan terakhir Allah Swt.
Oleh sebab itu, para ahli kitab ini tidak hanya menyembah Allah Swt. namun yang lainnya. Jadi, Allah Swt. memerintahkan untuk menjauhi thaghut atau berbuat sewenang-wenang dan melewati batasan yang ada.
Allah Swt. juga memerintahkan untuk menunaikan salat, memberikan zakat kepada fakir maupun orang yang memerlukan pertolongan. Sebab, agama yang benar adalah agama tegak lagi adil dengan umat yang lurus dan pertengahan.
Baca Juga: Tulisan Arab La Tahzan Innallaha Ma'ana dan Artinya dalam Al-Qur'an
Jadii, orang-orang kafir menurut Surah Al-Bayyinah adalah ahli kitab. Semoga dari informasi di atas dapat menambah wawasan tentang isi Al-Qur’an dan alasan ahli kitab mendapat laknat dari Allah Swt.(MZM)
