Niat Puasa Sunnah Senin Kamis beserta Keutamaannya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat puasa sunnah Senin Kamis merupakan syarat sahnya ibadah puasa tersebut. Dengan niat yang tulus dan benar, seorang Muslim dapat menjalankan amalan ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. dan keteladanan terhadap Rasulullah saw.
Dikutip dari laman jombang.nu.or.id, puasa Senin Kamis memiliki banyak keutamaan yang luar biasa. Salah satunya adalah menjadi amalan sunah yang rutin dilakukan oleh Rasulullah saw. sebagai ibadah sekaligus bentuk syukur atas segala nikmat-Nya.
Karena itu, puasa yang dilakukan pada setiap hari Senin dan Kamis ini sangat dianjurkan bagi setiap Muslim. Adapun cara untuk mendapatkan keutamaannya adalah dengan memenuhi segala rukun yang ditetapkan-Nya, termasuk berniat dengan benar.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Niat Puasa Sunnah Senin Kamis
Dalam Islam, niat adalah pembeda antara ibadah yang dilakukan semata-mata untuk Allah Swt. dan aktivitas biasa tanpa tujuan ibadah. Untuk itu, simaklah niat puasa sunnah Senin Kamis, berdasarkan laman jombang.nu.or.id, berikut ini:
1. Bacaan Niat Puasa Sunnah Senin
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma yaumil-itsnaini lillaahi ta’aalaa)
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah ta’ala.”
2. Bacaan Niat Puasa Sunnah Kamis
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma yaumil-khamiisi lillaahi ta’aalaa)
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah ta’ala.”
3. Bacaan Niat Puasa Sunnah Senin di Siang Hari
Jika seseorang lupa untuk berniat dengan benar pada malam hari sebelum hari-h puasa dilaksanakan (malam Senin), maka orang tersebut dapat melakukan niat di siang hari ketika menjalankan puasa, dengan lafal berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa-i sunnati yaumil-itsnaini lillahi ta’aalaa)
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta’ala.”
4. Bacaan Niat Puasa Sunnah Kamis di Siang Hari
Sama seperti ketentuan niat puasa sunnah Senin di siang hari, niat puasa Kamis juga dilakukan ketika seseorang lupa untuk berniat dengan benar pada malam hari sebelum hari-h puasa (malam Kamis). Berikut adalah lafal niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa-i sunnati yaumil-khamiisi lillahi ta’aalaa)
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Puasa Sunah Senin Kamis
Puasa sunnah Senin-Kamis tidak jauh berbeda dengan tata cara puasa pada umumnya, yakni menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa. Namun, ada beberapa ketentuan khusus yang harus dipatuhi, di antaranya yaitu:
1. Niat Puasa Senin Kamis
Sejatinya, niat adalah amalan hati yang nilainya hanya diketahui oleh Allah Swt. Karena itu, dalam berniat, seorang Muslim tidak diwajibkan mengucapkannya secara lisan, melainkan diperbolehkan melakukan niat tulus dalam hati saja.
Selain itu, lafaz niat puasa ini tak terbatas pada bacaan-bacaan yang tertera pada ulasan sebelumnya. Niat puasa dapat dilakukan menggunakan bahasa apapun, baik bahasa lokal, Arab, dan lainnya, selama itu masih dalam batasan adab.
2. Melaksanakan pada Waktu yang Diperbolehkan
Puasa sunnah Senin Kamis pada dasarnya dapat dilakukan pada setiap pekan di hari Senin dan Kamis. Namun, ada beberapa hari yang diharamkan padanya berpuasa, baik Senin Kamis maupun puasa sunah lainnya. Di antara hari-hari tersebut, yaitu:
Hari Raya Idulfitri (1 Syawal);
Hari Raya Iduladha (10 Zulhijjah);
Hari-hari tasyriq (11, 12, dan 13 Zulhijjah);
Separuh terakhir bulan Syakban, kecuali bagi yang sudah rutin berpuasa sebelumnya;
Hari syak (30 Syakban) ketika ada keraguan terhadap penetapan awal Ramadan.
Kendati demikian, khusus orang-orang yang sedari awal memang sudah melazimkan puasa Senin-Kamis, dan kebetulan memasuki separuh terakhir dari bulan Syakban, maka tidak ada larangan untuk melanjutkan puasanya. Sebagaimana hadis Nabi:
لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُم رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَومَهُ، فَليَصُمْ ذَلِكَ اليَوْمَ. (متفقٌ عَلَيْهِ)
Artinya: “Janganlah seseorang di antara engkau semua itu mendahului Ramadan dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya, kecuali kalau seseorang itu sudah biasa tepat pada hari puasanya, maka hendaklah ia berpuasa pada hari itu.”
3. Mengikuti Kebiasaan Puasa pada Umumnya
Setelah berniat dan memastikan bahwa hari yang diniatkan untuk berpuasa adalah hari yang diperbolehkan untuknya, maka, laksanakanlah ibadah puasa ini sesuai dengan kebiasaan puasa pada umumnya, yaitu sebagaimana berikut:
Sahur: disunnahkan untuk sahur sebelum memasuki waktu subuh. Sahur tidak hanya memberi kekuatan fisik untuk berpuasa, tetapi juga mendatangkan keberkahan.
Menahan diri: sepanjang hari, seseorang harus menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan berhubungan suami-istri.
Berbuka puasa: disunnahkan untuk segera berbuka saat matahari terbenam dengan kurma atau air putih, diiringi doa berbuka puasa.
Keutamaan Puasa Sunnah Senin Kamis
Setiap ibadah memiliki keutamaan tersendiri dalam pandangan Islam, begitu pun dengan puasa sunah yang amat dicintai Rasulullah saw. ini. Masih mengutip laman jombang.nu.or.id, berikut merupakan beberapa keutamaan puasa Senin-Kamis:
1. Puasa Sunnah yang Selalu Dilakukan Rasulullah saw.
Rasulullah saw. merupakan suri tauladan bagi umat Muslim. Segala ucapan dan kebiasaannya menjadi contoh yang harus ditiru umat, termasuk dalam melaksanakan ibadah puasa. Keutamaan ini didasarkan pada riwayat Aisyah r.a., yakni:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَتَحَرَّى صَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ
Artinya: “Nabi saw. selalu menjaga puasa Senin dan Kamis” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
2. Bertepatan dengan Hari Dibukanya Pintu Surga
Dijelaskan dari sabda Rasulullah saw. bahwa Allah Swt. membuka pintu surga pada hari Senin dan Kamis. Artinya, kedua hari tersebut merupakan hari yang mulia untuk umat Islam memperbanyak ibadah. Adapun dalilnya, yaitu:
تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ
Artinya: “Sesungguhnya pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu akan diampuni, kecuali bagi orang yang antara dia dan saudaranya terdapat kebencian dan perpecahan.”
(HR. Muslim, No. 4652)
3. Bertepatan dengan Hari Penyetoran Amal Manusia
Keutamaan ini didasarkan pada suatu riwayat dari Usamah bin Zaid. Saat itu, Usamah pergi bersama budaknya ke bukit Al-Qurâ dalam keadaan berpuasa, sementara usia Usamah diketahui sudah lanjut atau tua. Ia ditanya:
“Mengapa engkau berpuasa Senin-Kamis padahal engkau sudah lanjut usia?” Maka, Usamah pun menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad saw. berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika nabi ditanya tentang hal itu, beliau menjawab,
إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيْسِ
Artinya: “Sesungguhnya amalan para hamba disampaikan pada hari Senin dan Kamis.”
Dalam hadis lain, beliau bersabda,
تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Amal perbuatan manusia akan disampaikan pada setiap hari Kamis dan Senin. Maka aku ingin amalku diserahkan saat aku berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
4. Bertepatan dengan Hari Kelahiran dan Wafatnya Rasulullah
Umat Muslim yang mencintai Rasulullah saw. pasti tahu bahwa hari Senin merupakan hari kelahiran sekaligus hari wafatnya beliau. Dalam suatu hadis dijelaskan:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الاِثْنَيْنِ قَالَ: ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيهِ
Artinya: “Nabi ditanya soal puasa pada hari Senin, beliau menjawab, ‘Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku.” (HR. Muslim, No. 1162)
Keutamaan Membaca Niat ketika Beramal
Di samping puasa sunnah Senin-Kamis yang memiliki banyak keutamaan, membaca atau melakukan niat sebelum melaksanakan suatu amalan juga memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah Swt. Berikut merupakan beberapa keutamaan di antaranya:
1. Menegaskan Kesadaran dalam Beribadah
Menghadirkan niat di hati membantu seorang Muslim menyadari tujuan ibadahnya. Ibadah yang dilakukan tanpa niat bisa menjadi sia-sia karena tidak diniatkan semata-mata untuk Allah Swt. Niat menjadikan ibadah lebih bermakna dan terarah.
2. Pembeda antara Ibadah dan Kebiasaan
Niat menjadi pembeda antara ibadah dan aktivitas biasa. Contohnya, menahan lapar dan haus dapat menjadi puasa jika diniatkan untuk beribadah, tetapi tanpa niat, itu hanya kebiasaan. Dengan niat, ibadah memiliki makna spiritual yang lebih dalam.
3. Menentukan Pahala Ibadah
Membaca niat menjadi penentu pahala dari ibadah. Semakin tulus dan ikhlas niat seseorang, semakin besar pula ganjaran yang Allah Swt. berikan. Bahkan, niat yang benar dapat memberi pahala meski ibadah tidak terlaksana karena halangan.
4. Meningkatkan Kualitas Ibadah
Dengan niat yang sungguh-sungguh, seseorang lebih fokus dan konsisten dalam menjalankan ibadah. Hal ini memotivasi melaksanakan ibadah sebaik-baiknya sesuai tuntunan syariat, sehingga ibadah tidak hanya sah tetapi juga berkualitas.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh: Arab, Latin, dan Artinya
Demikian ulasan seputar bacaan niat puasa sunnah Senin Kamis beserta keutamaannya yang dapat pembaca simak. Semoga ulasan tersebut menambah wawasan dan menjadi inspirasi umat untuk senantiasa mendahulukan ketulusan niat beramal. (NF)
