Konten dari Pengguna

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Pengertian dan Keutamaannya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puasa Tarwiyah dan Arafah. Sumber: ibrahim abdullah/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puasa Tarwiyah dan Arafah. Sumber: ibrahim abdullah/unsplash

Pada bulan Dzulhijjah terdapat dua puasa sunah yang memiliki keutamaan bagi yang menjalankannya. Puasa sunah tersebut bernama puasa Tarwiyah dan Arafah.

Puasa Tarwiyah dianjurkan bagi yang tidak berhaji, karena dianggap sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan Puasa Arafah dikatakan dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Mengenal Puasa Tarwiyah dan Arafah

Ilustrasi Puasa Tarwiyah dan Arafah. Sumber: haidan/unsplash

Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional (https://baznas.go.id/), Pengertian puasa Tarwiyah dan Arafah ini adalah puasa sunah yang dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Puasa Tarwiyah menjadi awal dari rangkaian ibadah haji. Para jemaah haji mulai mempersiapkan diri melaksanakan wukuf di Arafah.

Keutamaan bagi umat muslim yang menjalankan puasa Tarwiyah mendapatkan pahala, seperti pahala yang didapatkan Nabi Ayub. Hal itu berdasarkan riwayat Abu Hurairah dalam kitab Nuzhah Al-Majalis wa Muntakhab Al-Nafais:

"Barangsiapa berpuasa pada hari Tarwiyah, maka Allah akan memberikan pahala seperti pahala kesabaran Nabi Ayub Alaihissalam atas musibahnya. Barangsiapa berpuasa pada hari Arafah, maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti pahala Nabi Isa Alaihissalam."

Puasa Tarwiyah juga disunahkan bagi umat muslim untuk memperingati kisah ketaatan Nabi Ibrahim as dalam menjalankan perintah Allah swt. Karena berdasarkan artinya, Tarwiyah sendiri memiliki makna merenung atau berpikir.

Kala itu, Nabi Ibrahim as mendapat mimpi diperintahkan untuk menyembelihkan anaknya, yaitu Nabi Ismail as. Kemudian beliau mengalami masa kebingungan dan merenung mencari kebenaran, dan itulah yang dinamakan Tarwiyah. Sehingga umat muslim disunahkan untuk mengingat atau mengikuti jejak Nabi Ibrahim as.

Puasa Arafah mengandung makna penambahan kekuatan fisik dan spiritual bagi para jemaah haji sebelum melaksanakan rukun haji. Puasa Tarwiyah juga dianjurkan karena memiliki keutamaan pahala berupa menghapus dosa setahun sebelumnya.

Rasulullah saw bersabda dalam hadis riwayat Muslim:

"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang. Dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharam) menghapus dosa setahun yang lalu," (HR Muslim no.1162)

Selain itu, umat Muslim yang menjalankan puasa Arafah akan dibebaskan dari segala macam siksa neraka. Dalam riwayat Muslim lainnya, Rasulullah saw bersabda:

"Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka, lebih banyak daripada pada Hari Arafah," (HR Muslim).

Baca Juga: Puasa Daud: Tata Cara, Niat Puasa, dan Keutamaannya

Demikian penjelasan singkat mengenai puasa Tarwiyah dan Arafah. Saat Iduladha mendatang, umat muslim diharapkan dapat melaksanakan puasa sunah dengan pahala yang besar ini. (ARD)