Konten dari Pengguna

Sejarah Puasa Tasua yang Dilaksanakan pada Setiap 9 Muharam

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Puasa Tasua. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Nader
zoom-in-whitePerbesar
Sejarah Puasa Tasua. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Nader

Sejarah puasa Tasua sangat menarik untuk diketahui umat muslim. Pasalnya, Muharam bukan hanya soal pergantian bulan dalam kalender Islam. Ada makna yang jauh lebih dalam di baliknya. Nilai sejarah ada, unsur spiritual pun terasa kuat.

Oleh karena itulah, tidak heran jika banyak umat muslim yang begitu menantikan kehadiran bulan Muharam ini. Tidak terkecuali pada waktu pelaksanaan puasa Tasua.

Sejarah Puasa Tasua pada Setiap Tanggal 9 Muharam

Sejarah Puasa Tasua. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Yusuf

Bagi sebagian orang, datangnya tahun baru Hijriah kerap menjadi pengingat. Bukan karena angka tahunnya berganti, tapi karena hidup kadang memang butuh jeda untuk sekadar melihat ke belakang, mengingat apa saja yang sudah dilalui.

Termasuk soal ibadah, cara bersikap, dan hubungan dengan orang sekitar. Hal ini bukan hanya rutinitas saja, tetapi ada niat yang tumbuh pelan-pelan. Keinginan untuk jadi lebih baik, lebih tenang, lebih dekat secara batin.

Meskipun 1 Muharam punya arti khusus, perhatian orang-orang tidak berhenti hanya di hari itu saja. Dikutip dari buku Menjadi Takwa dengan Puasa, Fajar (2014: 271), tanggal 9 Muharam atau Hari Tasua, juga menjadi waktu yang sangat dihargai dalam Islam.

Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sebagai ibadah sunah yang berpahala besar. Nabi Muhammad saw. sendiri pernah menyarankan umatnya untuk berpuasa pada tanggal tersebut.

Hadis tentang anjuran puasa di tanggal 9 Muharam tercatat dalam riwayat Ibnu Abbas.

عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا : حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Abdullah bin Abbas ra berkata saat Nabi Muhammad saw. berpuasa pada hari Asyura dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, itu merupakan hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani". Maka Nabi Muhammad saw. bersabda, “Pada tahun depan inshaalah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharam).” Tahun depan itu tidak kunjung datang, hingga Nabi Muhammad saw. wafat (HR. Muslim).

Anjuran tersebut tidak datang begitu saja. Sejarah puasa Tasua bermula saat Rasulullah melihat bahwa kaum Yahudi berpuasa setiap tanggal 10 Muharam (Asyura) sebagai bentuk syukur dan mengenang peristiwa penyelamatan Nabi Musa dari Firaun.

Beliau pun bersabda agar umat Islam juga berpuasa, tapi dengan menambahkan satu hari sebelumnya, yakni tanggal 9, sebagai bentuk pembedaan. Sayangnya, Rasulullah wafat sebelum sempat menunaikan puasa Tasua pada tahun berikutnya.

Meskipun demikian, anjuran beliau tetap dijadikan teladan. Puasa Tasua mengajarkan nilai penting bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya soal amal, tapi juga soal sikap.

Dalam hal ini, menjaga ciri khas ajaran Islam menjadi hal yang diperhatikan secara serius. Umat diajak untuk tidak sekadar mengikuti tradisi, tetapi menyesuaikannya dengan tuntunan yang jelas dari Rasulullah.

Baca juga: Jadwal Asyura dan Tasua: Arab, Latin, dan Artinya

Itulah penjelasan tentang sejarah puasa Tasua menjadikannya sebagai identitas dan pembeda umat muslim dengan umat Yahudi. Puasa Tasua juga menjadi sarana untuk merenungkan kembali perjalanan spiritual seseorang. (Gin)