Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar Menurut Islam dan Niatnya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara mandi wajib setelah haid yang benar menurut Islam harus dipahami setiap muslimah. Haid merupakan proses keluarnya darah melalui vagina secara alami yang terjadi setiap bulan.
Saat sedang haid, perempuan muslim dilarang untuk salat, berpuasa, dan beberapa hal lainnya. Untuk itu, perempuan muslim harus melaksanakan mandi wajib jika haid sudah selesai.
Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar Menurut Islam dan Niatnya, Wajib Dicatat
Dikutip dari Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV, Burhanudin dan Najib (2021:29), mandi wajib adalah mandi untuk menghilangkan hadas besar dengan cara membasuh seluruh tubuh. Hukum mandi wajib bagi perempuan setelah haid adalah wajib.
Mandi wajib harus dilakukan dengan urutan yang benar. Berikut adalah tata cara mandi wajib setelah haid yang benar menurut Islam.
Membaca basmallah bersamaan dengan niat mandi wajib
Membersihkan kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke tempat air
Menghilangkan kotoran yang menghalangi datangnya air sampai kulit
Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri
Berwudu dengan sempurna, termasuk berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung
Menyiramkan air ke kepala untuk yang pertama sebanyak tiga kali
Mendahulukan membasahi bagian tubuh sebelah kanan
Mengguyurkan air ke seluruh tubuh sebanyak tiga kali.
Adapun bacaan niat mandi wajib setelah haid adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah.
Dalil Mengenai Mandi Wajib
Perintah untuk melakukan mandi wajib saat dalam kondisi hadas besar ada dalam Al-Quran surah Al-Maidah ayat 6. Allah Swt. berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا قُمْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغْسِلُوا۟ وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى ٱلْمَرَافِقِ وَٱمْسَحُوا۟ بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى ٱلْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَٱطَّهَّرُوا۟ ۚ وَإِن كُنتُم مَّرْضَىٰٓ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَآءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ ٱلْغَآئِطِ أَوْ لَٰمَسْتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوا۟ مَآءً فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ ۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُم مِّنْ حَرَجٍ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ qumtum ilash-shalâti faghsilû wujûhakum wa aidiyakum ilal-marâfiqi wamsaḫû biru'ûsikum wa arjulakum ilal-ka‘baîn, wa ing kuntum junuban faththahharû, wa ing kuntum mardlâ au ‘alâ safarin au jâ'a aḫadum mingkum minal-ghâ'ithi au lâmastumun-nisâ'a fa lam tajidû mâ'an fa tayammamû sha‘îdan thayyiban famsaḫû biwujûhikum wa aidîkum min-h, mâ yurîdullâhu liyaj‘ala ‘alaikum min ḫarajiw wa lâkiy yurîdu liyuthahhirakum wa liyutimma ni‘matahû ‘alaikum la‘allakum tasykurûn
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.
Baca juga: 12 Doa ketika Sakit untuk Memohon Kesembuhan
Itulah tata cara mandi wajib setelah haid yang benar menurut Islam dan niatnya. Selain setelah haid, mandi wajib juga harus dilakukan saat sedang dalam kondisi hadas besar. (KRIS)
