Tata Cara Shalat Duduk di Kursi yang Penting untuk Diketahui

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah Swt memberikan keringanan untuk beribadah saat sedang kondisi tertentu, salah satunya adalah salat dengan posisi duduk. Tata cara shalat duduk di kursi tentunya wajib untuk diketahui oleh umat muslim.
Pastinya umat muslim tidak tahu kapan kondisi yang mengharuskan ia ibadah dengan duduk. Walaupun tidak ingin itu terjadi, mengetahui tata cara salat duduk dapat menjadi persiapan dan pengetahuan yang penting.
Ini Tata Cara Shalat Duduk di Kursi yang Penting untuk Diketahui
Mengutip buku Panduan Sholat untuk Perempuan, Nurul Jazimah (2014), tata cara pelaksanaan salat bagi orang sakit yang telah disebutkan dalam beberapa hadits Rasulullah Saw.
Dalam riwayat Imran bin Husein, beliau mengatakan, "Pada waktu itu aku sedang menderita penyakit wasir, lalu aku bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda: 'Salatlah kamu dengan berdiri tegak. Bila tidak mampu, salatlah kamu dengan (cara) duduk. Bila tidak mampu, salatlah dengan (cara) berbaring seraya memiringkan badan".
An-Nasa'i dalam riwayatnya menambahkan, "Bila tidak mampu, salatlah dengan (cara) berbaring terlentang." (HR Ahmad, Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa'i).
Dalam sebuah hadis lainnya yang diriwayatkan oleh Jabir disebutkan, "Rasulullah SAW sedang mengunjungi seseorang yang sedang sakit. Beliau melihatnya melaksanakan salat di atas bantal, kemudian beliau mengambil bantalnya dan bersabda: 'Bila kamu mampu, salatlah kamu di atas permukaan lantai. Dan bila tidak, laksanakan salat dengan gerakan isyarat saja. Yakni dengan menjadikan gerakan isyarat sujudmu lebih rendah daripada gerakan isyarat rukukmu." (HR Baihaqi).
Ringkasan tata cara shalat duduk di kursi jika harus melakukannya adalah sebagai berikut.
Posisi duduk, baik duduk bersimpuh (iftirâsy) ataupun duduk bersila dengan posisi menghadap kiblat.
Lafal niat dalam hatiuntuk melakukan salat. Kemudian melakukan takbiratul ihram, seraya mengangkat kedua belah tangan dan mengucapkan takbir.
Setelah takbiratul ihram, tangan bersedekap. Pada saat bersedekap membaca doa iftitah, lalu membaca surah Al-Fatihah dan ayat-ayat pendek atau surat-surat pilihan seperti salat pada umumnya. Kemudian bertakbir dengan mengucapkan untuk melakukan rukuk.
Posisi rukuk dalam salat duduk adalah dengan sedikit membungkukkan badan ke depan. Kemudian membaca bacaan rukuk.
Kemudian bangkit dari rukuk yang disebut iktidal seraya mengucapkan yang biasa diucapkan ketika salat pada umumnya.
Posisi iktidal dalam salat duduk adalah posisi duduk kembali seperti semula, dengan kondisi kedua tangan tidak kembali bersedekap.
Mengerjakan sujud juga sama seperti sujud biasa, yaitu dengan cara membungkukkan badan sehingga dahi menempel di tempat sujud. Namun, kalau tidak bisa, diperbolehkan melakukannya dengan isyarat menundukkan kepala.
Saat salam, lakukan seperti salat pada umumnya, yakni mengucap salam dengan menoleh ke kanan terlebih dahulu kemudian ke arah kiri.
Baca Juga: Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh Syaban dan Niatnya
Demikian informasi tata cara shalat duduk di kursi. Semoga informasi dapat membantu umat muslim tetap beribadah walaupun terpaksa harus menggunakan kursi. (ARD)
