Tata Cara Sholat Hajat dan Bacaannya dalam Memohon Permintaan kepada Allah Swt.

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat memiliki keinginan atau mencari solusi permasalahan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat hajat. Terlebih tata cara sholat hajat dan bacaannya tidak sulit untuk diamalkan.
Sehingga diharapkan dengan mengamalkan salat sunah ini, Allah Swt. segera ijabahi keinginan hamba-Nya. Selain itu, dari salat ini diharapkan Allah Swt. memberikan kemudahan kepada hamba-Nya yang tengah dilanda permasalahan.
Tata Cara Sholat Hajat dan Bacaannya
Dikutip dari buku buku Panduan Shalat Sunah Lengkap, KH. Muhammad Sholikhin (2013), salat hajat merupakan ibadah untuk meminta hajat atau keinginan yang tidak bertentangan syariah untuk mendapat ridha dari Allah Swt.
Pelaksanaan salat hajat dapat dilakukan sebanyak 2 hingga 12 rakaat. Apabila dikerjakan lebih dari dua rakaat, maka dikerjakan sebanyak melakukan salam pada tiap-tiap dua rakaatnya.
Untuk waktu terbaik untuk mengerjakan salat hajat adalah pada waktu malam hari, terutama di sepertiga bagian terakhir malam. Untuk tata cara sholat hajat dan bacaannya yang dikutip dari laman kemenag.go.id, yakni:
Niat salat hajat
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal hajati rak‘ataini ada‘an lillaahi ta‘ala
Artinya: “Aku menyengaja salat sunah hajat dua rakaat tunai karena Allah Swt.”
Membaca doa iftitah.
Membaca Surat Al-Fatihah
Membaca salah satu surat di dalam Al-Qur'an.
Rukuk dengan tumakninah serta membaca tasbih tiga kali.
I'tidal dengan tumakninah dan membaca bacaannya.
Sujud yang pertama dengan tumakninah sambil membaca tasbih tiga kali.
Duduk antara dua sujud dengan tumakninah sambil membaca bacaannya.
Sujud yang kedua dengan tumakninah sambil membaca tasbih tiga kali.
Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas.
Membaca tasyahud akhir
Salam
Sementara untuk bacaan setelah melaksanakan salat hajat, yaitu:
سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Subhanal-ladzi labisal-‘izza wa qala bihi. Subhanal-ladzi ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subhana dzil-‘izzi wal-kirami, subhana dzith-thauli as’aluka bimu‘aqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-rahmati min kitabika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimatikat-tammatil-‘ammatil-lati la yujawizuhunna birrun wa la fajirun an tushalliya ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali sayyidina Muhammadin.
Artinya: “Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Maha Suci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Maha Suci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Maha Suci Zat pemilik karunia.
Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana,”
Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الحَلِيمُ الكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَلِيُّ العَظِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيْمِ والحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ
La ilaha illallahul-halimul-karimu, la ilaha illallahul-‘aliyyul-adhimu subhanallahi rabbil-‘arsyil-‘adhimi wal-hamdulillahi rabbil-‘alamina.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang santun dan pemurah. Tiada Tuhan selain Allah yang maha tinggi dan agung. Maha Suci Allah, Tuhan Arasy yang megah. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam,”
Terakhir, membaca doa berikut.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مُوْجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِيْ ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضىً إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allahumma inni as’aluka mûjibati rahmatika, wa ‘aza’ima maghfiratika, wal-ghanimata min kulli birrin, was-salamata min kulli itsmin la tada‘ li dzanban illa ghafartahu, wa la hamman illa farrajtahu, wa la hajatan hiya laka ridlan illa qadlaitaha ya arhamar-rahimina.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa.
Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau terlantarkan aku yang sedang berhajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih.”
Baca Juga: 3 Doa Pelunas Hutang yang Bikin Hati Lebih Lega
Diharapkan dengan melaksanakan tata cara sholat hajat dan bacaannya, permintaan segera diijabah Allah Swt. Selain itu, permasalahan yang dihadapi mendapat kemudahan dari Allah Swt. dalam menjalaninya.(MZM)
