Tata Cara Sholat Istikharah beserta Doa dan Keutamaannya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat dihadapkan beberapa pilihan, maka akan sangat sulit dalam menentukan salah satunya. Maka dari itu, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan salat istikharah. Terlebih tata cara sholat istikharah tidaklah sulit untuk dikerjakan.
Setelah melaksanakannya, terdapat doa yang dapat diamalkan setelah melaksanakannya. Sehingga diharapkan Allah Swt. segera memberikan bantuan dalam memilih salah satu dari beberapa pilihan.
Tata Cara Sholat Istikharah
Secara bahasa, istikharah memiliki arti memilih atau meminta dipilihkan. Sedangkan secara istilah, salat istikharah adalah salat sunah untuk memohon kepada Allah ketentuan pilihan yang lebih baik di antara dua hal atau lebih yang belum jelas ketentuan baik buruknya.
Anjuran melaksanakan salat istikharah berasal dari sebuah dalil dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikharah dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al-Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah salat dua rakaat selain salat fardu.” (HR. Bukhari no. 7390)
Adapun tata cara sholat istikharah yang dikutip dari laman nu.or.id adalah sebagai berikut.
Niat salat istikharah
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal istikharati rak’ataini lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat salat sunah istikharah dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Membaca doa Iftitah
Membaca surat Al-Fatihah
Membaca surat yang terdapat dalam Al-Qur'an
Rukuk
I'tidal (berdiri setelah rukuk)
Sujud
Duduk di antara dua sujud
Sujud
Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua
Tasyahud
Salam
Setelah mendirikan salat istikharah, terdapat doa yang dapat diamalkan, yakni:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ
Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih
Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghaib.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku.
Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.” (HR. Bukhari no. 7390)
Keutamaan Salat Istikharah
Ada banyak sekali keutamaan dari melaksanakan salat istikharah, terutama saat dihadapkan dengan pilihan yang sulit, di antaranya:
Salat istikharah dapat memberikan ketenangan diri ketika terjadi masalah yang mengharuskan seseorang memilih dari pilihan yang sulit.
Salat istikharah memberikan kemantapan hati atas pilihan yang akan telah tetapkan.
Baca Juga: Bacaan Doa Nabi Sulaiman dan Keutamaannya yang Wajib Diketahui Umat Islam
Itulah tata cara sholat istikharah dan doa yang dapat diamalkan. Dengan keutamaannya, terutama saat dihadapkan dengan pilihan sulit diharapkan Allah Swt. memberikan pilihan terbaik atau dimudahkan dalam menentukan keputusan yang tepat.(MZM)
