Konten dari Pengguna

Tata Cara Sholat Tasbih 2 dan 4 Rakaat beserta Keutamaannya

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat. Foto: Unsplash/Bimbingan Islam
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat. Foto: Unsplash/Bimbingan Islam

Salah satu salat sunah yang dianjurkan oleh para ulama adalah salat tasbih. Ibadah ini memiliki aturan tersendiri, termasuk tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat, yang dilakukan dengan bacaan khusus di setiap gerakannya.

Berdasarkan laman islam.nu.or.id, salat ini dinamakan salat tasbih karena di dalamnya terdapat banyak bacaan tasbih. Bacaan tersebut diulang-ulang dalam setiap gerakan salat, sehingga memiliki nilai zikir yang sangat tinggi.

Para ulama menyebut salat tasbih sebagai amalan yang penuh keutamaan. Selain sebagai bentuk ibadah, salat ini juga diyakini dapat menghapus dosa dan mendatangkan keberkahan bagi yang mengerjakannya dengan benar.

Daftar isi

Tata Cara Sholat Tasbih 2 dan 4 Rakaat

Ilustrasi untuk tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Secara umum, salat tasbih terdiri dari 4 rakaat. Pelaksanaannya bisa dengan 2 salam atau 1 salam, tergantung anjuran pada waktu pelaksanaan. Untuk lebih jelasnya, simaklah tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat, berikut ini (islam.nu.or.id):

1. Waktu Pelaksanaan Salat Tasbih

Salat tasbih boleh dilaksanakan kapan saja, baik siang hari maupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk salat. Hanya saja, Imam Nawawi, dalam kitabnya Al-Adzkar, memiliki pendapat adanya beberapa perbedaan, sebagai berikut:

فإن صلى ليلاً فأحبّ إليّ أن يسلّم في ركعتين، وإن صلّى نهاراً، فإن شاء سلّم، وإن شاء لم يسلم

Artinya: "Jika salat dilakukan pada malam hari, maka lebih aku sukai jika dilakukan dengan salam setiap dua rakaat.

Namun, jika dilakukan pada siang hari, maka jika ia mau, ia bisa bersalam (setiap dua rakaat), dan jika mau, ia juga bisa tidak bersalam (dan menyelesaikannya dalam empat rakaat sekaligus)."

Pendapat tersebut menjelaskan bahwa salat tasbih pada malam hari sebaiknya dilakukan dengan 4 rakaat dan 2 salam atau per 2 rakaat 1 salam. Sementara pada siang hari, boleh memilih cara yang sama atau boleh juga dengan 4 rakaat 1 salam.

2. Rincian Tata Cara Salat Tasbih

Mengenai tata cara salat tasbih, Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhajul Qawim menuliskan:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: “dan (termasuk salat sunah) adalah salat tasbih, yaitu salat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat 'subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar';

—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali.

Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203)

Merujuk pada penjelasan tersebut, berikut merupakan rincian tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat:

  • Niat Salat Tasbih

    o Jika dilakukan 4 rakaat dengan 1 salam:

    أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

    (Ushallii sunnatat-tasbiihi arba’a raka’aati liLlahi ta’aalaa)

    Artinya: “Aku berniat melaksanakan salat sunah tasbih empat rakaat karena Allah Swt.”

    o Jika dilakukan per 2 rakaat 1 salam:

    أُصَلِّيَ سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

    (Ushallii sunnatat-tasbiihi rak’ataini liLlahi ta’aalaa)

    Artinya: “Aku berniat melaksanakan salat sunah tasbih dua rakaat karena Allah Swt.”

  • Takbiratul Ihram

    o Mengangkat kedua tangan dan membaca:

    اللَّهُ أَكْبَرُ

    (Allahu Akbar)

    Artinya: “Allah Maha Besar”

    o Kemudian membaca doa iftitah (sunah, jadi boleh dilakukan atau tidak):

    اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ

    (Allahumma baa‘id baynii wa bayna khathayaaya kamaa baa‘adta baynal-masyriqi wal-maghribi. Allahumma naqqinī min khathaayaya kamaa yunaqqats-tsawbul-abyadhu minad-danasi.

    Allahummaghsilnii min khathaayaaya bits-tsalji wal-maa’i wal-barad)

    Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana kain putih disucikan dari kotoran.

    Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju, dan embun.”

  • Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat dari Al-Quran

    o Membaca Surat Al-Fatihah:

    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الَّمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِ يْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّيْنَ.

    (Bismillahirrahmaanir-rahiim. Alhamdulillahi-rabbil-‘aalamiin. Arrahmaan-nirrahiim. Maaliki-yaumiddiin. Iyyaka-na’budu wa iyyaka-nasta’iin.

    Ihdinash-shiraatal-mustaqiim. Shiraatalladziina an-‘amta ‘alaihim, ghairil-maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin)

    Artinya:

    “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami menyembah.

    Hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Kau anugerahi nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

    Semoga Kau kabulkan permohonan kami.”

    o Lalu membaca surat dari Al-Qur’an, atau surat pendek, semisal surat Al-Ikhlas:

    قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ. اَللهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ. وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ

    (Qul huwaLlahu ahad. Allahush-shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakullahuu kufuwan ahad.)

    Artinya:

    “Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.”

  • Membaca Tasbih sebanyak 15 kali

    o Sebelum rukuk, membaca lafal tasbih:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 15x

    (Subhaanallah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallah, wallahu-akbar (15 kali))

    Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

  • Rukuk

    o Takbir kemudian rukuk, sambil membaca bacaan rukuk:

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

    (Subhaana Rabbiyal-a’ziim (dianjurkan 3 kali))

    Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung”

    o Setelah itu, membaca tasbih 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 10x

  • Iktidal (berdiri setelah rukuk)

    o Bangkit dari rukuk dan membaca doa iktidal:

    سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    (Sami’allahu-liman hamidah, Rabbanaa wa lakal-hamdu)

    Artinya: "Allah mendengar orang yang memuji-Nya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian."

    o Lalu membaca tasbih 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 10x

  • Sujud Pertama

    o Sujud sambil membaca doa sujud

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    (Subhaana Rabbila-a’laa (dianjurkan 3 kali))

    Artinya: “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”

    o Lalu membaca tasbih 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 10x

  • Duduk di Antara Dua Sujud

    o Membaca doa duduk di antara dua sujud:

    رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِي وَاهْدِنِي وَعَافِنِي وَاعْفُ عَنِّي

    (Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’aafinii, wa’fu ‘annii)

    Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

    o Lalu membaca tasbih 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 10x

  • Sujud Kedua

    o Sujud kembali sambil membaca doa sujud

    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

    o Lalu membaca tasbih 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 10x

  • Duduk Istirahat

    o Sebelum bangkit ke rakaat berikutnya, duduk sebentar dan membaca tasbih sebanyak 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 10x

  • Ulangi Langkah

    Ulangi langkah pada tata cara pertama hingga akhir pada rakaat-rakaat berikutnya, baik yang 4 rakaat 1 salam maupun 4 rakaat dua salam. Dengan total 75 kali tasbih setiap rakaat, adapun perbedaan ketika rakaat akhir yaitu:

    o Tidak ada duduk istirahat sebelum bangkit, karena diganti dengan duduk tasyahud. Artinya tidak ada tasbih duduk istirahat.

    o Pelafalan tasbih diganti menjadi setelah tasyahud dan sebelum salam.

    o Pada salat tasbih 4 rakaat 1 salam, tasyahud dan tasbih dibaca pada akhir rakaat ke-4.

    o Pada salat tasbih 4 rakaat 2 salam, tasyahud dan tasbih dibaca pada masing-masing akhir rakaat ke-2.

  • Tasyahud Akhir dan Salam

    Pada rakaat terakhir, setelah sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan membaca:

    o Bacaan tasyahud akhir dan selawat nabi:

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ،

    ‎وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    (Attahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh, Assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin.

    Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammad Rasuulullaah. Allahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad. Wa ‘alaa aali sayyidina muhammad.

    Kamaa shallaita 'alaa sayyidinaa Ibraahim wa'alaa aali sayyidinaa ibraahim wabaarik 'alaa sayyidinaa muhammad wa 'alaa aali sayyidina muhammad.

    Kamaa baarakta 'alaa sayyidinaa ibraahiim wa 'alaa aali sayyidina Ibraahiim fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.)

    Artinya:

    “Segala penghormatan, keberkahan, salawat, dan kebaikan hanyalah milik Allah. Keselamatan atasmu, wahai Nabi, serta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh.

    Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    Ya Allah, limpahkanlah salawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan salawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim.

    Dan berkahilah Nabi Muhammad serta keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

    o Kemudian baca tasbih 10 kali:

    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ 10x

Sebagaimana salat pada umumnya, setiap perpindahan gerakan dalam salat tasbih, seperti dari berdiri ke rukuk atau dari sujud ke duduk, harus disertai dengan bacaan takbir "Allahu Akbar." Hingga akhirnya salam, dengan bacaan "Assalamu'alaikum warohmatullah."

Keutamaan Salat Tasbih 2 dan 4 Rakaat

Ilustrasi untuk tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Sebagai salat yang di dalamnya diperbanyak kalimat pengagungan terhadap Allah Swt., salat tasbih memiliki banyak keutamaan yang bermanfaat bagi kehidupan dunia akhirat. Di antara keutamaannya, yaitu (bnp.jambiprov.go.id):

1. Memberatkan Timbangan Amal Baik di Akhirat

Salat tasbih yang dipenuhi dengan zikir dapat menjadi amalan yang memberatkan timbangan kebaikan di hari kiamat, membantu seorang hamba memperoleh derajat tinggi di sisi Allah Swt.

2. Menghapus Dosa

Sesuai dengan anjuran Rasulullah saw., salat tasbih dapat menghapus dosa-dosa, baik yang disengaja maupun tidak, yang tampak maupun tersembunyi, serta yang lama maupun yang baru.

3. Mempunyai Kebun Kurma di Surga

Zikir yang terdapat dalam salat tasbih, seperti membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu Akbar, diyakini dapat menjadi ladang pahala yang kelak berbuah kebun kurma di surga.

4. Terhindar dari Penyakit Berat dan Kesedihan

Salat tasbih yang dilakukan dengan khusyuk dapat memberikan ketenangan batin, menjaga kesehatan spiritual, serta membantu seseorang terhindar dari penyakit berat dan kesedihan yang berkepanjangan.

5. Tergolong pada Ucapan Baik yang Disenangi Allah

Bacaan tasbih dalam salat ini merupakan bagian dari kalimat thayyibah (ucapan baik) yang paling disukai oleh Allah, sebagaimana dianjurkan dalam berbagai hadis dan ayat Al-Quran.

Baca juga: Tata Cara Sholat Rawatib dan Bacaan Niatnya yang Benar

Itulah tata cara sholat tasbih 2 dan 4 rakaat beserta keutamaannya. Selain bacaan tasbih, lafal lain yang tertera merujuk pada bacaan salat secara umum dan dapat disesuaikan kembali, selama tetap sesuai dengan syariat dan sunah. (NF)