Tata Cara Sholat Utaqo di Bulan Syawal dan Keutamaannya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata cara sholat Utaqo di bulan Syawal perlu diketahui oleh umat muslim. Salat Utaqo merupakan salat sunah yang dilaksanakan pada bulan Syawal. Salat Utaqo adalah salah satu amalan yang dapat dikerjakan di bulan Syawal.
Meskipun merupakan salat sunah, terdapat keutamaan mengerjakan salat Utaqo. Oleh sebab itu, tata cara pelaksanaannya penting untuk dipahami.
Tata Cara Sholat Utaqo di Bulan Syawal
Dikutip dari situs resmi jabar.nu.or.id, di antara ibadah sunah yang dianjurkan di bulan Syawal adalah salat sunah Utaqo. Salat sunah ini berjumlah delapan rakaat. Ibadah ini disebut salat Utaqo (salat pembebasan) karena Allah Swt. akan membebaskan orang yang mengerjakan salat ini dari utang dan hajatnya dipenuhi.
Adapun tata cara sholat Utaqo di bulan Syawal adalah sebagai berikut.
Salat sunah Utaqo dikerjakan sebanyak delapan rakaat dan salat ini bisa dilaksanakan pada siang atau malam hari.
Salat Utaqo dilaksanakan dengan empat kali salam, artinya masing-masing dua rakaat. Pada setiap rakaat, baca surah al-Fatihah dan surah al-Ikhlas sebanyak 15 kali.
Setelah selesai menunaikan delapan rakaat, lanjutkan dengan membaca ‘subhanallah wa bi hamdihi, subhanallahil adhim’ sebanyak 70 kali dan selawat ‘allahumma shallli ‘ala sayyidina Muhammad’ sebanyak 70 kali.
Kemudian, lanjutkan dengan membaca doa.
Keutamaan Salat Utaqo
Keutamaan salat sunah Utaqo adalah orang yang mengerjakannya akan diampuni dosa-dosanya. Mengutip dari situs resmi lampung.nu.or.id, Syekh Abdul Qadir al-Jailani menjelaskan keutamaan salat Utaqo sebagai berikut.
Artinya: Diceritakan dari Anas ra., dia berkata bahwasannya Rasulullah pernah bersabda, “Barangsiapa shalat di bulan Syawal sebanyak delapan rakaat baik dilakukan malam hari maupun siang hari yang mana di setiap rakaatnya membaca al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas sebanyak lima belas kali, setelah delapan rakaat tersebut kemudian dilanjut dengan membaca tasbih (subhanallah wa bi hamdihi, subhanallahil adhim) tujuh puluh kali dan selawat (allahumma shallli ‘ala sayyidina Muhammad) tujuh puluh kali. Maka demi Zat yang telah mengutusku, Allah akan mengalirkan hikmah (kebijaksanaan/kebenaran) dalam hati yang diungkapkan melalui lisan seorang hamba yang telah melaksanakan salat ini, dan Allah akan tunjukkan kepada dia penyakit-penyakit dunia serta obatnya. Dan demi Zat yang telah mengutusku, barangsiapa yang mendirikan salat ini sesuai tata caranya, maka akan diampuni dosa-dosanya sebelum ia mengangkat kepala setelah sujudnya, dan andaikan dia mati, maka dia mati dalam keadaan syahid yang dosanya telah diampuni. Dan tiada seorang hamba yang melaksanakan salat ini dalam keadaan bepergian, kecuali Allah mudahkan baginya perjalanannya hingga tempat yang dituju. Andaikan ia memiliki utang, maka utangnya akan terbayar. Seandainya ia memiliki kebutuhan, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan demi Zat yang telah mengutusku, tiada seorang hamba yang menjalankan salat ini kecuali Allah berikan untuknya di setiap huruf dan ayatnya sebuah makhrafah di surga nantinya. Kemudian dipertanyakan, ‘Apakah makhrafah itu, ya Rasul?’ Rasulullah menjawab, ‘Makhrafah adalah dua ekor domba yang mempermudah penunggangnya mengelilingi (kebun penuh) pepohonan yang tidak pernah dipotong selama seratus tahun).’
Baca juga: Sholat Istikharah: Niat, Tata Cara, dan Doa Setelahnya
Itulah tata cara sholat Utaqo di bulan Syawal dan penjelasan mengenai keutamaannya. Semoga bisa menambah wawasan. (KRIS)
