Urutan Sholat Jumat yang Benar dari Awal Hingga Akhir

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi seorang Muslim, mengetahui urutan sholat Jumat adalah sebuah keharusan. Setiap hari Jumat, kaum Muslimin di seluruh dunia berkumpul di masjid untuk melaksanakan ibadah salat Jumat.
Mengutip dari Jurnal Media Akademik, Saputra. (2024), salat Jumat adalah salat dua rakaat yang dikerjakan sesudah dua khutbah pada hari Jumat di waktu Zuhur, dan hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap Muslim laki-laki, mukalaf, sehat jasmani dan rohani, serta bermukim.
Pelaksanaan salat Jumat memiliki tata cara dan adab yang khusus sesuai dengan ajaran agama Islam, yang harus dipatuhi oleh setiap Muslim yang menjalankannya. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Urutan Sholat Jumat yang Benar Sesuai Syariat Agama Islam
Urutan sholat Jumat telah ditetapkan dalam ajaran agama Islam. Salat Jumat memiliki kedudukan yang istimewa dalam agama Islam, karena tak hanya berarti sebagai sebuah ibadah kepada Allah saja, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan umat Muslim. Berikut adalah tata cara urutan solat Jumat yang benar:
Bersuci dan Berwudu
Sebelum melaksanakan salat Jumat, dua hal yang wajib dilakukan adalah bersuci dari hadas besar dan berwudu untuk menghilangkan hadas kecil.
Disarankan untuk mandi besar terlebih dahulu sebelum berwudu. Selain itu, disunnahkan untuk mengenakan pakaian yang bersih dan menggunakan wewangian saat berangkat ke masjid.
Mendengarkan Khotbah dan Ikamah
Salat Jumat diawali dengan khutbah yang disampaikan oleh khatib. Khatib akan naik ke mimbar pada waktu Zuhur. Setelah itu, muazin mengumandangkan azan sebagai tanda masuknya waktu Zuhur, sementara khatib menyampaikan khutbah sampai selesai.
Kemudian, muadzin akan mengumandangkan ikamah sebagai tanda bahwa salat Jumat akan segera dimulai, dan imam memimpin salat Jumat berjamaah dua rakaat.
Khutbah adalah ceramah atau pidato yang diberikan oleh seorang khatib (pemberi khutbah) dalam konteks agama Islam. Khutbah memiliki beberapa karakteristik dan tujuan, serta aturan tertentu yang harus dipenuhi.
Khutbah Jumat adalah ceramah atau pidato agama yang disampaikan oleh seorang khatib sebelum pelaksanaan salat Jumat. Khutbah ini merupakan bagian integral dan syarat sah dari salat Jumat, yang dilakukan setiap hari Jumat di masjid.
Menunaikan Rangkaian Salat Jumat
Setelah itu, salat Jumat dimulai dengan membaca niat. Berikut adalah bacaan niat salat Jumat:
Niat Salat Jumat Imam
اُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli fardhol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillahi ta’ala. Artinya: “Aku niat melakukan salat Jumat dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini, sebagai imam karena Allah ta’ala.”
Niat Solat Jumat Makmum
َاُصَلِّيْ فَرْضَ الجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً مَاْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushollii fardlol jum’ati rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ma-muuman lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat melakukan salat Jumat dua rakaat dengan menghadap kiblat, saat ini, sebagai makmum karena Allah ta’ala.”
Setelah niat, dilanjutkan dengan rangkaian shalat sebagai berikut:
Takbiratul ihram
Membaca surah Al-Fatihah
Membaca surah pendek
Rukuk
I'tidal
Sujud
Duduk di antara dua sujud
Berdiri lagi untuk melanjutkan rakaat kedua
Tahiyat akhir
Salam
Salat Jumat memiliki landasan hukum yang kuat dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Berikut adalah dalil yang berkaitan dengan anjuran pelaksanaan salat Jumat:
Allah Swt berfirman dalam Surat Al-Jumu'ah ayat
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ٩ )
Yâ ayyuhalladzîna âmanû idzâ nûdiya lish-shalâti miy yaumil-jumu‘ati fas‘au ilâ dzikrillâhi wa dzarul baî‘, dzâlikum khairul lakum ing kuntum ta‘lamûn
Wahai orang-orang yang beriman, apabila (seruan) untuk melaksanakan salat pada hari Jumat telah dikumandangkan, segeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
Hadis Riwayat Muslim:
Nabi Muhammad saw bersabda: "Jika datang hari Jumat, dan seseorang dari antara kalian ada yang mandi, lalu memakai minyak wangi jika ada, kemudian keluar (untuk pergi) ke masjid, janganlah ia mendahului imam, kemudian hendaklah ia mendengarkan dengan baik. Dan siapa yang berbicara atau mendatangi sesuatu yang terjadi, maka baginya tidak ada shalat (Jum'at)." (HR. Muslim).
Hadis ini menegaskan kewajiban untuk menghadiri salat Jum'at secara berjamaah di masjid, serta menunjukkan adab yang harus dipatuhi oleh para jamaah.
Hadis Riwayat Al-Bukhari dan Muslim: Nabi Muhammad saw bersabda: "Tidak sah bagi seorang laki-laki yang baligh, berakal, dan Muslim untuk meninggalkan tiga Jumat berturut-turut tanpa uzur sebab, kecuali akan dicatat sebagai seorang munafik." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa meninggalkan salat Jumat tanpa uzur yang sah dapat mengakibatkan seseorang dicatat sebagai seorang munafik dalam pandangan agama Islam.
Syarat Melaksanakan Salat Jumat
Berikut adalah syarat-syarat wajib salat Jum'at:
Islam: Orang yang non-Muslim tidak diwajibkan untuk melaksanakan salat Jumat.
Baligh: Anak-anak yang belum dewasa tidak diwajibkan untuk mengikuti salat Jumat.
Berakal: Orang yang mengalami gangguan jiwa tidak diwajibkan melaksanakan salat Jumat.
Laki-laki: Perempuan tidak diwajibkan untuk melakukan salat Jumat.
Sehat: Orang yang sedang sakit tidak diwajibkan untuk mengikuti salat Jumat.
Menetap: Orang yang sedang dalam perjalanan tidak diwajibkan untuk melaksanakan salat Jumat.
Syarat-syarat sahnya salat Jumat:
Tempat salat Jumat harus khusus dan tertentu, seperti di masjid.
Harus dilakukan secara berjamaah dengan minimal 40 laki-laki.
Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi) menyatakan cukup empat orang termasuk Imam. Pendapat ini dengan alasan hadits Nabi yang artinya: “Jum'ah itu wajib bagi tiap-tiap desa yang ada padanya seorang Imam, walaupun penduduknya hanya ada 4 orang.“ (HR. Thabrani).
Imam Aw-Zai menyatakan Jum’ah itu cukup dengan 12 orang. Pendapat ini dengan alasan hadits yang artinya: “Orang yang pertama kali datang ke Madinah dari kaum Muhajirin ialah Mush'ab ibn Umair, dan dialah orang yang pertama mendirikan Jum'ah di situ pada hari Jum'at, sebelum Nabi Muhammad saw datang (dan waktu itu) mereka dua belas orang.” (HR. Thabrani).
Imam Syafi'i menyatakan Jum'ah itu harus 40 orang yang hadir, dengan alasan hadits yang artinya: “Telah berkata Abdurrahman ibn Ka'ab: “Bapak saya ketika mendengar azan hari Jumat biasa mendoakan bagi As’ad ibn Zararah.
Maka saya bertanya kepadanya: Apabila mendengar azan pada hari ini, mengapa ayah mendoakan untuk As’ad ibn Zararah? Menjawab ayahnya: Karena dialah orang yang pertama kali mengumpulkan kita untuk salat Jumat di desa Hazimin Nabit.
Maka bertanya saya kepadanya: berapakah orang yang hadir waktu itu? Ia menjawab: Empat puluh orang laki-laki.” (HR. Abu Dawud)
Dilaksanakan pada waktu Zuhur.
Dilangsungkan dengan dua khutbah terlebih dahulu.
Keutamaan Salat Jumat
Beberapa keutamaan salat Jumat antara lain:
Menghapus Dosa
Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari Ramadan ke Ramadan berikutnya, dapat menghapus dosa-dosa yang dilakukan di antara waktu-waktu tersebut, asalkan dosa-dosa besar dijauhi. (HR. Muslim)
Mendapatkan Pahala Besar
Barangsiapa mandi pada hari Jumat sebagaimana mandi janabah, lalu berangkat menuju masjid, maka dia menjadi seolah berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) kedua, maka ia juga seolah berkurban dengan seekor sapi.
Barangsiapa yang datang ada kesempatan (waktu) ketiga maka dia seolah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang datang pada kesempatan (waktu) keempat, maka dia seolah berkurban dengan seekor ayam.
Dan barangsiapa yang kemudian datang pada kesempatan (waktu) kelima, maka dia seolah berkurban dengan sebutir telur. Dan jika imam sudah keluar (untuk memberi khutbah), maka para malaikat kemudian hadir mendengarkan zikir (khutbah tersebut).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahkan, setiap langkah saat seseorang yang akan pergi melaksanakan salat Jumat, kemudian setara dengan mendapat ganjaran puasa serta salat setahun
“Barangsiapa yang kemudian mandi pada hari Jumat dengan mencuci kepala serta anggota badan lainnya, lalu ia kemudian pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia juga mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya kemudian terhitung seperti puasa dan salat setahun.” (HR. Tirmidzi).
Sunnah sebelum Salat Jumat
Pada hari Jumat, sebelum melaksanakan salat Jumat, terdapat beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh umat Islam untuk mendapatkan pahala dan mengikuti sunnah Rasulullah saw, di antaranya sebagai berikut:
Mandi dan membersihkan tubuh dengan niat untuk melaksanakan salat Jumat.
Memotong kuku.
Mengenakan pakaian putih.
Memakai wangi-wangian.
Tertib saat khutbah sedang berlangsung.
Demikian adalah tata cara dan urutan sholat Jumat yang benar sesuai dengan syariat agama Islam yang wajib dipelajari. (Nisa)
Baca juga: Cara Wudhu yang Benar Lengkap dengan Tahapannya
