Konten dari Pengguna

Waktu, Niat, dan Tata Cara Sholat Syuruq

Bacaan Doa

Bacaan Doa

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tata cara sholat syuruq. Sumber: masjid pogung dalangan/unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tata cara sholat syuruq. Sumber: masjid pogung dalangan/unsplash

Waktu, niat, dan tata sara sholat Syuruq perlu diketahui umat muslim jika ingin melaksanakan salat sunah ini. Salat Syuruq atau disebut juga dengan salat Isyraq adalah salat sunah dua rakaat yang dikerjakan setelah menunaikan salat Subuh.

Keutamaan salat Syuruq adalah sebagai ibadah tambahan yang mendekatkan hamba kepada Allah Swt. Selain itu, pahala salat Syuruq setara dengan pahala haji dan umrah yang sempurna.

Ini Waktu, Niat, dan Tata Cara Sholat Syuruq

ilustrasi tata cara sholat syuruq. Sumber: masjid pogung dalangan/unsplash

Hidup bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, Daeng Naja (2006), waktu atau syarat salat Syuruq adalah harus berdiam dahulu di masjid selepas melaksanakan salat fardu Subuh berjamaah.

Keutamaan pelaksanaan salat Syuruq adalah seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, yakni apabila dapat dilakukan dalam rangkaian salat Subuh secara berjamaah, lalu duduk berzikir sampai terbit Matahari dan melakukan salat Syuruq dua rakaat

Hal tersebut seperti diterangkan dalam hadis berikut ini.

مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ تَامَةٍ تَامَةٍ تَامَةٍ (رواه الترمذي. حسن)

Artinya: "Siapa saja yang salat Subuh secara berjemaah, kemudian duduk dengan berdzikir kepada Allah sampai terbit Matahari, kemudian salat dua rakaat maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna." (HR at-Tirmidzi. Hadits Hasan). (Al-'Iraqi, al-Mughni 'an Hamlil Asfâr juz I, halaman 337)

Salat sunah Syuruq dapat dikerjakan setelah matahari terbit sekitar satu tombak, atau kira-kira lima belas menit setelah matahari terbit. Namun, sebaiknya salat Syuruq dilakukan sesegera mungkin mengingat waktu yang terbatas. Karena setelah matahari tampak mulai meninggi, maka telah masuk waktu salat Duha.

Salat Syuruq disebut sebagai salat Dhahwah Sughra, sedangkan salat Duha disebut sebagai salat Dhahwah Kubra. Surat yang dibaca setelah Al Fatihah dalam salat Syuruq adalah Surat Ad Dhuha pada rakaat pertama dan Surat Al Insyrirah (Alam Nasyrah) pada rakaat kedua.

Bacaan niat salat Syuruq adalah sebagai berikut.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal isyrâq rak'ataini lillâhi ta'âlâ.

Artinya: "Saya menyengaja salat sunah Isyraq dua rakaat karena Allah taala."

Tata cara sholat Syuruq secara detail adalah sebagai berikut.

  1. Membaca niat salat Syuruq

  2. Setelah Al Fatihah pada rakaat pertama kemudian membaca Surat Ad Dhuha, dan seterusnya.

  3. Setelah Al Fatihah pada rakaat kedua kemudian membaca Surat Al Insyirah, sampai salam sebagaimana salat biasa.

  4. Setelah salat Syuruq selesai, dianjurkan membaca doa sebagai berikut.

اَللّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ، وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ.

Allâhumma yâ nûrannûri bit thûr wa kitâbim masthûrin fî riqqim mansyûrin wal baitil ma'mur, as-aluka an tarzuqanî nûran astahdî bihi ilaika wa adullu bihi 'alaika wa yashhabunî fi hayâtî wa ba'dal intiqâli min dhalâmi misykâtî, wa as-aluka bissyamsi wa dhuhâha wa nafsin wa mâ sawwâha, an taj'ala syamsa ma'rifatika musyriqatam bî lâ yahjubuhâ ghaimul auhâmi walâ ya'tarîhâ kusûful qamaril wâhidiyyati 'indat tamâm, bal adim lahâl Isyraqa wad dhuhûra 'alâ mamarril ayyâmi wad duhûr. Wa shallillâhumma 'alâ Sayyidinâ Muhammadin khâtamil anbiyâ-i wal mursalîn. Wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn. Allâhummaghfir lanâ wa liwâlidîna wa li-ikhwâninâ fillâhi ahyâ-an wa amwâtan ajma'în.

Artinya: "Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma'mur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat menunjukkanku kepada-Mu. Cahaya yang dapat mengiringi hidupku dan menerangiku setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Aku meminta kepada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan dengan jiwa dan kesempurnaannya, agar Engkau menjadikan matahari ma'rifat kepada-Mu yang seperti matahari cerahnya bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul. Segala Puji hanya milik Allah Tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal." (Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain, halaman 103).

Baca Juga: Tata Cara Shalat Duduk di Kursi yang Penting untuk Diketahui

Demikian informasi tata cara sholat Syuruq. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. (ARD)