Teater Vox Populi: Cara Memanusiakan Manusia dengan Berpikir

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Sastra Indonesia
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Bagus Nur Alim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teater adalah wadah penyampai pesan yang bertumpu pada seni pertunjukan atau pementasan. Diantara beragam pertunjukan teater, terdapat beberapa yang memyampaikan pesan persatuan seeprti teater Vox Populi. Teater ini telah berhasil mempertontonkan pementasan yang berjudul "Liberte de Nusantara".
"Liberte de Nusantara" terinspirasi dari revolusi Perancis abad-18 dan kerusuhan 98' di Indonesia. Rene Descartes menjadi tokoh penting dalam intisari cerita tersebut. Bermula dari Cogito Ergo Sum yang berarti "aku berpikir maka aku ada", menjadi "aku melawan maka aku ada".
Al-Falambani selaku sutradara berhasil memadukan dua gaya yang berbeda antara Prancis dan Indonesia. Ia fokus kepada satu peristiwa yaitu ketika rakyat kecil tidak diindahkan oleh kaum yang lebih superior. Kita semua sepakat bahwa penjajahan iti harus dihapuskan, begitu pula pesan yang ingin disampaikan dalam pementasan ini.
Pendidikan menjadi alat penting untuk memberi sebuah kesadaran bagi setiap orang. Dengan pendidikan, kita diajarkan berpikir lebih matang dan lebih manusiawi. Tujuannya agar tidak hidup dengan egois dan mementingkan banyak orang, itu kemaslahatan yang diidamkan semua kalangan.
Jika menghayati ungkapan Descartes, sebagai manusia tentu mendukung kemaslahatan orang banyak. Secara praktis, pemikiran yang baik melahirkan memanusiakan manusia. Bukan semata-mata mencari keuntungan pribadi dan memanfaatkan kekuasaan hirarkis.
Tinta hitam dapat menyampaikan pesan, tapi noda merah dapat menciptakan sejarah bahwa ada kaum minor yang menolak segala bentuk penjajahan demi sebuah kebebasan.
