Konten dari Pengguna

Pengaruh Media Sosial Terhadap Karakter Budi Pekerti Pelajar Indonesia

Marvin Foundation
Marvin Foundation adalah Yayasan sosial yang berfokus pada pendidikan dan kewirausahaan. Program unggulan antara lain Future Leader Bootcamp, Future Leader Basecamp, Future Leader Webinar
9 April 2024 8:32 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
202
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Marvin Foundation tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pengaruh Media Sosial Terhadap Karakter Budi Pekerti Pelajar Indonesia [Sumber: Freepik]
zoom-in-whitePerbesar
Pengaruh Media Sosial Terhadap Karakter Budi Pekerti Pelajar Indonesia [Sumber: Freepik]

Pengaruh Media Sosial Terhadap Karakter Budi Pekerti Pelajar Indonesia

ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Hingga saat ini kemajuan teknologi masih terus berkembang dan akan terus berkembang. Kemunculan berbagai media sosial yang membuktikan bahwa era teknologi semakin berkembang pesat. Banyak pelajar yang saat ini menggunakan handphone, laptop, komputer, dan alat-alat teknologi lainnya untuk mengakses media sosial.
ADVERTISEMENT
Dalam laporan We Are Social menunjukkan, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 167 juta orang pada Januari 2023. Jumlah tersebut setara dengan 60,4% dari populasi di dalam negeri. Secara rata-rata, penduduk Indonesia tercatat menggunakan media sosial selama 191 menit (3 jam 11 menit) per hari. Indonesia juga masuk ke top 10 negara dengan pengguna media sosial terbanyak di dunia, mulai dari Facebook, Instagram, YouTube, Twitter, sampai TikTok.
Namun, dengan adanya media sosial hampir 50% pelajar di Indonesia mengalami penurunan karakter atau sikap Budi pekerti terhadap seseorang terutama yang lebih tua. Oleh karena itu, sikap budi pekerti dalam diri seorang pelajar harus tetap di tanamkan.
Banyak sekali cara untuk menanamkan sikap budi pekerti atau karakter budi pekerti dalam diri seorang pelajar, di antaranya lewat metode pendidikan. Jalan metode ini kita dapat mencantumkan materi budi pekerti dalam kurikulum pembelajaran pendidikan di indonesia. Dalam materi budi pekerti kita dapat melampirkan nilai - nilai yang mengajarkan tindakan dan publik speaking terhadap orang lain terutama kepada orang yang lebih tua dari kita. Contohnya:
ADVERTISEMENT
1. Menghormati orang tua dan guru atau orang yang lebih tua.
2. Bersopan santun dengan menghargai diri sendiri.
3. Membela serta mengharumkan negara.
4. Selalu mengajar keadilan, berpikir, dan bertindak jujur.
5. Percaya akan kesanggupan sendiri, tahu akan kewajiban dan berani tanggung jawab.
6. Selalu mencari persatuan yang benar.
Dengan nilai - nilai ini kita dapat mempermudah menyampaikan materi budi pekerti lewat buku pendidikan.
Kita ingat kembali lagi bahwa hampir seluruh pelajar di Indonesia banyak meluangkan waktunya lewat media sosial. Sehingga membuat para pelajar kecanduan terhadap gadget dan malas untuk membuka atau membaca buku - buku pendidikan. Akan tetapi itu semua bukan menjadi masalah bagi para pelajar untuk memahami materi budi pekerti. Sebagai generasi gen-z kita dapat memanfaatkan media sosial dalam hal - hal positif. Untuk memperkenalkan nilai - nilai budi pekerti, kita bisa memanfaatkan media sosial dengan cara :
ADVERTISEMENT
1. Membuat sebuah artikel-artikel tentang sikap atau nilai budi pekerti terhadap sosial dan pendidikan.
2. Membuat sebuah video materi atau film yang mengajarkan kita untuk mengetahui betapa pentingnya nilai-nilai budi pekerti.
3. Sebagai pelajar kita dapat memanfaatkan media sosial dengan cara membuat konten untuk mempromosikan tentang nilai-nilai budi pekerti.
Dengan memanfaatkan media sosial dengan cara tersebut kita dapat mempermudah atau mempercepat tentang pemahaman materi budi pekerti.
Dari kedua penyampaian materi budi pekerti dengan metode buku pendidikan maupun metode media sosial tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai budi pekerti sangatlah penting untuk kita pahami atau kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pelajar kita harus dapat membuktikan bahwa pengaruh media sosial sangatlah penting terhadap nilai-nilai budi pekerti dalam pendidikan dan kehidupan sosial. Maka dari itu, jadikanlah media sosial sebagai wadah pembelajaran bagi para pelajar di Indonesia untuk memahami nilai-nilai budi pekerti.
ADVERTISEMENT
Penulis: Galang Damayndra Firmansyah
#LombaMenulisArtikelByMarvinFoundation