Tugu Domine Eduard Osok Sorong Jadi Situs Sejarah tentang Tokoh Moi
ยทwaktu baca 2 menit

Wali Kota Sorong Lambert Jitmau meresmikan Gapura dan Tugu Domine Eduard Osok, yang berada didalam areal Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong, Selasa (1/3).
Untuk diketahui bahwa Tugu Domine Eduard Osok, akan menjadi salah satu situas sejarah tentang salah satu tokoh suku asli Moi yang sudah berjasa dalam menyebarkan agama Kristen di tanah Moi.
"Saya atas nama pribadi dan mewakili Pemerintah Kota Sorong, memberikan apresiasi kepada Kantor UPBU Kelas 1 DEO Sorong atas inisiatif dibangunnya tugu salah satu tokoh perintis Injil masuk Kota Sorong yang sekaligus merupakan Tokoh Moi, di dalam areal Bandara DEO Sorong," ungkap Wali Kota Sorong.
Menurut Lambert, dengan dibangun dan diresmikannya Tugu Domine Eduard Osok dan Gapura diharapkan akan memperindah wajah Bandara DEO Sorong. Disamping itu, sambungnya, Tugu salah satu tokoh asli Moi Domine Eduard Osok akan menjadi situs sejarah tentang Tokoh Moi yang merupakan perintis sekaligus hamba Tuhan di Kota Sorong.
"Pemberian nama pada Bandara DEO Sorong sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan, terhadap Tokoh Moi yang punya tanah ini. Ini merupakan salah satu filosofi dimana bumi itu dipijak disitu langit dijunjung. Hari ini merupakan momentum yang baik sekali berkaitan dengan ulang tahun Kantor UPBU Kelas I Domine Eduard Osok Sorong yang ke-17 dan HUT Kota Sorong yang ke-22 Tahun," tandas Lambert.
Melalui kesempatan itu, Wali Kota Sorong mengimbau agar masyarakat asli suku MMoi Karena yang bisa mengurus tanah Moi adalah orang Moi.
Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Kelas 1 Domine Eduard Osok Sorong Cece Tarya menyatakan, saat ini Bandara DEO Sorong sedang bersolek untuk menjadi yang terdepan, berkualitas dan bersinar.
Hal ini dalam rangka menghadirkan fasilitas-fasilitas pelayanan umum melalui kreativitas dan inovasi yang dapat dihadirkan, dalam memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada seluruh pengguna jasa, stakeholder dan umumnya kepada masyarakat Papua dan Papua Barat dan khususnya bagi masyarakat Kota Sorong. Mengingat Bandara DEO Sorong menjadi pintu gerbang di tanah Papua dan Papua Barat.
"Pembangunan tugu domine eduard osok ini bersumber dari DIPA Bandara DEO Sorong tahun 2021. Dimana proses pekerjaannya menghabiskan anggaran sebesar Rp 2,1 miliar," rincinya.
Lanjut Cece, dengan hadirnya Tugu Domine Eduard Osok, diharapkan masyarakat Indonesia lebih mengenal lagi keberadaan Bandara DEO Sorong dengan capaian-capaiannya.
