kumparan
12 Juni 2019 13:19

Bupati Baru Bekasi Diminta Tak Tergoda Kasus Seperti Suap Meikarta

foto_pelantikan bupati bekasi_humas jabar (5) (1).jpeg
Pelantikan Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif di Gedung Sate, Bandung. (Humas Jabar)
BANDUNG, bandungkiwari – Eka Supria Atmaja resmi menjadi Bupati Bekasi definitif menggantikan bupati sebelumnya, Neneng Hasanah Yasin yang terjerat kasus suap perizinan proyek Meikarta.
ADVERTISEMENT
Pelantikan Eka untuk sisa masa jabatan 2017-2022 itu dilakukan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Bandung, Rabu (12/6). Sebelumnya, Eka menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi.
Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, meminta bupati Eka menjaga benteng integritas selama menjalankan roda pemerintahan sebagai Bupati Bekasi. Dia tidak ingin kembali terjadi permasalahan seperti kasus suap Meikarta.
"Karena Bekasi ini proyeknya banyak, industrinya banyak, tapi godaan-godaan dari pihak ketiga ini banyak sekali, maka kalau benteng integritasnya patah akan repot ya, maka saya mendoakan sekali jangan sampai jatuh dua kali," pesan Emil, di sela pelantikan.
Dia juga mengingatkan seluruh kepala daerah di Jabar untuk mengutamakan integritas guna melayani masyarakat. Menurutnya, kekuasan bukan sebuah rezeki melainkan ujian.
ADVERTISEMENT
"Kenapa ujian? Karena harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya dalam catatan kita lulus dalam ujiannya," katanya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja resmi ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Pl) Bupati Bekasi menyusul kekosongan jabatan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang sedang menjalani proses hukum dengan KPK pada 18 Oktober 2018 silam.
Kemudian pengumuman pemberhentian Neneng Hasanah Yasin dikeluarkan melalui Surat Keputusan Mendagri nomor 131.32.1041pada 24 April 2019 dan diumumkan bersamaan dengan rapat paripurna DPRD Kabupaten Bekasi tentang penyampaian buku LKPJ Bupati Bekasi 2018 pada tanggal 30 April 2019 lalu.
Bupati Eka mengatakan, dalam waktu dekat ada beberapa fokus yang akan didorong, khususnya terkait masalah kebutuhan dasar masyarakat.
"Yaitu pendidikan kesehatan, tadi terkait ketenagakerjaan terus untuk selanjutnya ekonomi kreatif ada beberapa hal lagi, termasuk infrastruktur," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu prioritas, kata Eka, termasuk masalah pendidikan, di mana akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jabar. "Yang lainnya juga, beberapa kita membangun sekolah dan ada beberapa sekolah yang kita rehab total dan memang kita benahi," katanya.
Eka memastikan struktural Pemerintah Kabupaten Bekasi selama kepemimpinannya akan menjaga integritas .
"Nanti kan ASN kita akan kita buatkan pakta integritas. Kita juga juga memberikan reward dan punishment kepada ASN kita," ujar Eka.
Tetapi ditanya masalah Meikarta, beberapa orang di sekitar Eka meminta awak media untuk menyudahi sesi wawancara. Dia pun meninggalkan Gedung Sate. (Ananda Gabriel)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan