kumparan
4 Sep 2019 16:50 WIB

Diduga Depresi, Mahasiswa S2 ITB Gantung Diri

Ilustrasi (Foto: pixabay.com)
BANDUNG, bandungkiwari - MA (24 tahun) seorang mahasiswa program pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri. Mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika itu diduga bunuh diri karena mengalami depresi.
ADVERTISEMENT
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Publikasi, Fivien Nur Savitri, mengatakan saat ini, pihak ITB tengah menghimpun informasi perihal kejadian ini. Hal ini mengingat kejadian duka ini baru saja terjadi. Selain itu, pihak ITB tidak menginginkan adanya kesimpangsiuran berita mengenai hal ini.
Namun Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Miming Miharja dalam pesan singkat yang diterima bandungkiwari mengakui bahwa MA benar merupakan mahasiswa pascasarjana ITB.
"Almarhum MA adalah mahasiswa S2 Elektro (STEI) ITB angkatan 2018. Menurut dugaan yang bersangkutan menderita depresi," kata Miming, Rabu (4/9).
Dari sejumlah Informasi yang dihimpun, MA ditemukan tidak bernyawa dengan posisi tergantung di kamar kosnya di Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, pada Selasa (3/9) sore sekitar pukul 17.15 WIB. MA pertama kali ditemukan tergantung oleh rekannya sesama mahasiswa STEI ITB.
ADVERTISEMENT
Kepala Polsek Coblong Ajun Komisaris Auliya Djabar menyatakan dugaan MA mengalami depresi berdasarkan temuan surat kontrol dokter kejiwaan di salah satu rumah sakit di Bandung. Dalam surat itu, tertulis korban mengalami depresi. "Ada surat kontrol dari rumah sakit, dari dokter kejiwaan menerangkan bahwa korban mengalami depresi," ujar Auliya.
Dalam penyelidikan ini, polisi tak menemukan bekas luka pada tubuh MA. Setelah kejadian, tim inafis membawa jasad MA ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. "Keluarga sudah kami hubungi," katanya.
Pihak ITB mengakui MA merupakan mahasiswa berprestasi dengan nilai akademik yang sangat baik. "Lulus S1 Teknik Elektro STEI-ITB tepat waktu selama 4 tahun, serta IPK selama kuliah di Prodi S2 Teknik Elektro, Jalur Teknik Mikroelektronika STEI-ITB adalah 3,88," ujar Miming.
ADVERTISEMENT
Miming menambahkan, ITB belum mengetahui secara pasti masalah apa yang menyebabkan MA depresi hingga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Namun ITB menyampaikan duka atas wafatnya MA.
"Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, serta mendoakan semoga almarhum mendapat tempat mulia di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas melepas almarhum," katanya. (Ananda Gabriel/Assyifa)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan