Konten Media Partner

Foto: Tari Ronggeng Geber Bandung Meriahkan Hari Tari Sedunia

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Potret close up wajah seorang penari peserta Hari Tari Dunia (World Dance Days) di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
zoom-in-whitePerbesar
Potret close up wajah seorang penari peserta Hari Tari Dunia (World Dance Days) di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

BANDUNG, bandungkiwari - Bukan Bandung namanya jika tidak membuat kejutan. Pekan ini, kemeriahan tampak pada kegiatan car free day (CFD) di kawasan Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4).

Penari peserta Hari Tari Dunia (World Dance Days) di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
zoom-in-whitePerbesar
Penari peserta Hari Tari Dunia (World Dance Days) di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Sejak pagi, area bebas kendaraan bermotor itu dipenuhi anak-anak dan remaja yang mengenakan kostum tari. Tercatat, ada 4.000 penari memenuhi ruas jalanan Dago untuk merayakan peringatan Hari Tari Dunia (World Dance Days) dengan menampilkan Tari Ronggeng Geber Bandung dari 16 kabupaten di Jawa Barat.

Penari peserta cilik Hari Tari Dunia (World Dance Days) di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Kegiatan ini digagas Masyarakat Seni Rakyat Indonesia (Masri), yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat; dan Dinas Kebudayaan dari Pariwisata Kota Bandung; serta Kementerian Pariwisata RI.

Penari cilik memainkan kipas tradisional di peringatan Hari Tari Dunia, Dago, Bandung. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
Pose unik para penari peserta Hari Tari Dunia (World Dance Days) di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Selain menampilkan 4.000 Ronggeng Geber Bandung, digelar pula 'Bandung Ayo Menari 24 Jam' di Gedung Pusat Pengembangan Kebudayaan Jalan Naripan No. 7-9, Bandung, serta 'Galamedia Menari Festival' yang digelar di Gedung PPK dan diikuti 29 sanggar dari 10 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Kumpulan penari peserta Hari Tari Dunia (World Dance Days) yang berkostum kuning di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
Kumpulanpenari peserta Hari Tari Dunia (World Dance Days) berkostum merah di Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Minggu (28/4). (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Tari Renggong Geber dikemas dengan memadukan gerakan tubuh dan alam. Tarian tersebut dilakukan secara kolosal menggunakan properti berupa hihid (kipas tradisional dari anyaman bambu yang biasa dipakai tukang sate).

Tari Renggong Geber dikemas dengan memadukan gerakan tubuh dan alam. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)
Simbol untuk menghadirkan kembali 'kesejukan' serta kerukunan negeri. (Foto-foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Secara filosofis, tari Ronggeng Geber Bandung adalah simbol untuk menghadirkan kembali 'kesejukan' serta kerukunan negeri yang saat ini sedang 'panas' karena isu politik. (Agus Bebeng)