Konten Media Partner

Kamera Analog di Jalan ABC, Makin Mulus Makin Tinggi Nilainya

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kamera Analog di Jalan ABC, Makin Mulus Makin Tinggi Nilainya
zoom-in-whitePerbesar

Toto (43) membersihkan kamera analog merek Nikon di area pedestrian ABC, Bandung. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

BANDUNG, bandungkiwari – Jalan ABC, Bandung, salah satu jalan yang menjadi pusat barang elektronik baik baru maupun bekas. Di jalan yang posisinya di tengah kota ini, Anda bisa barang-barang elektronik jadul namun masih berfungsi seperti kacamata, jam tangan, sampai kamera analog.

Khusus mengenai kamera analog, pecinta fotografi tak asing dengan nama Jalan ABC. Salah seorang pedagang kamera analog, Toto (43) menjual kamera dengan standarisasi merek, lensa dan kondisi barang yang ditawarkan.

Barang bagus dan mulus tentu nilainya lebih tinggi. “Ini mau saya jual 3 juta lebih,” tegas Toto sambil memerlihatkan kamera Nikon FM2 dengan lensa 50mm, kepada Bandungkiwari.com.

Toto berani menjual kamera FM2 seharga 3 juta lebih tersebut, dengan kondisi barang yang terhitung mulus, lensa yang jernih pun LED meter yang masih menyala. Sementara satu jenis kamera lainnya meski memiliki merk yang sama Toto menjual di bawah 3 juta karena kondisinya yang tidak mulus.

Kamera Analog di Jalan ABC, Makin Mulus Makin Tinggi Nilainya (1)
zoom-in-whitePerbesar

Kamera analog merek Nikon di area pedestrian ABC, Bandung. (Foto: Agus Bebeng/Bandungkiwari)

Baca Juga: Berburu Kamera Analog di Bandung, Harga Mulai dari Rp 200 Ribu

Kondisi barang yang seadanya tersebut, memang dihadirkan apa adanya oleh para pedagang kamera di ABC. Pertarungan harga biasanya selalu terjadi pada kondisi barang tertentu. Namun jika masih memiliki keuntungan untuk menjadi modal, para pedagang akan menjualnya.

“Kita bicara barang apa adanya. Namun yang penting pembeli harus melihat kondisi dengan baik. Lihat dulu kamera atau lensanya, ada jamurnya atau tidak. Karena barang di sini kondisinya apa adanya,” imbuh Toto yang selalu menjadi idola para mahasiswa.

Namun para pedagang di ABC tidak hanya menjual kamera semata. Acapkali mereka pun membeli barang dari orang lain baik analog maupun digital dengan kondisi yang masih bisa diperjualbelikan.

Toto sangat ketat dalam membeli kamera atau lensa dari orang lain. Bagaimanapun dirinya tidak mau terlibat urusan hukum, karena barang yang tidak jelas asal muasalnya. (Agus Bebeng)