Kata Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung soal Gejala Virus Corona

BANDUNG, bandungkiwari - Sejak novel Coronavirus (nCoV) atau virus Corona menyebar dari Wuhan, China, banyak negara di dunia menyiapkan antisipasi menghindari penyebarannya, termasuk Indonesia.
Hingga saat ini memang belum ada warga Indonesia yang terkonfirmasi positif terjangkit novel Coronavirus (nCov) atau virus Corona ini. Meski di sejumlah daerah dikabarkan ada suspect atau terduga warga yang terjangkit, termasuk di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Pada Minggu (26/1) siang, dikabarkan ada satu orang pasien yang diduga terjangkit virus tersebut. Pasien WNA ini dirujuk dari Rumah Sakit Cahya Kawaluyan (RSCK), Kabupaten Bandung Barat. Pada hari yang sama, juga ada satu pasien lain yang disebut-sebut suspect terjangkit virus Corona. Dia dirujuk dari Rumah Sakit Borromeus, Kota Bandung, Jawa Barat.
Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Nina Susana Dewi, menjelaskan bahwa setelah tim dokter melakukan pemeriksaan, diagnosa dokter menyatakan bahwa keduanya menderita infeksi saluran pernapasan atas akut.
Hingga kini, kata Nina, pihaknya masih melakukan observasi mendalam kepada dua pasien ini termasuk mengirimkan sampel dahak pasien ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Balitbangkes RI). Dengan begitu, kata Nina, kedua pasien ini belum bisa dikatakan suspect virus Corona.
Wakil Ketua Tim Infeksi Khusus RSHS Bandung, Anggraeni Alam, menjelaskan apa yang sebenarnya dimaksud dengan suspect dalam kasus virus Corona.
"Suspect itu kalau merujuk organisasi kesehatan dunia WHO adalah adanya suatu tanda gejala seperti influenza. Jadi, ada demam lebih dari 38 derajat celcius dan ada batuk dan sesak nafas. Apabila ada gejala demikian, ditambah ada riwayat bepergian ke negara Tiongkok terutama Wuhan, maka dikatakan itu adalah suspect novel Coronavirus," ujar Anggraeni, Senin (27/1).
Pasien suspect akan tetap diisolasi untuk diteliti sampel virusnya, meski belum diketahui apa penyakit sebenarnya. Pengecekan sampel virus dan spesimen dikirim ke Balitbangkes RI yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan.
"Memang bagi yang diduga seperti standar WHO, apabila kita menemukan pasien dan gejala infeksi respiratori (sistem pernapasan) bawah yang cepat sekali perburukannya, dan kita sudah mencari penyebab lain ini tidak ketemu, maka kita harus juga menduga bahwa harus periksakan novel Coronavirus," ujarnya.
Anggraeni juga menegaskan, sambil melakukan pemeriksaan terhadap pasien, juga akan ada penelusuran terhadap keluarga dan orang-orang yang terlibat kontak langsung dengan pasien tersebut. (Ananda Gabriel)
