Konten Media Partner

Liburan Bersejarah di Taman Lalu Lintas Bandung

BandungKiwari

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Jalan Sumatera, Bandung. (Iman Herdiana)
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung di Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Jalan Sumatera, Bandung. (Iman Herdiana)

BANDUNG, bandungkiwari – Selain Kebun Binatang Bandung, salah satu tempat wisata dalam kota yang kerap menjadi tujuan setiap libur lebaran adalah Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution, Jalan Sumatera, Bandung.

Taman legendaris yang berdiri di atas lahan hampir satu hektar itu menjadi primadona bagi keluarga yang ingin berwisata menghabiskan sisa liburan lebaran, sebelum menjalani aktivitas normal Senin nanti (10/6).

Taman Lalu Lintas biasa jadi tujuan keluarga atau pasangan suami istri yang membawa serta anaknya yang masih kanak-kanak. Di taman ini memang tidak ada satwa sebagaimana Kebun Binatang Bandung, namun tidak sedikit daya tarik yang ditawarkan.

Pertama, taman ini berada di pusat Kota Bandung yang strategis sehingga lokasinya mudah dijangkau oleh warga kota. Di dalam taman terdapat berbagai permainan dan wahana.

Taman Lalu Lintas Bandung kerap jadi tujuan di musim liburan. (Iman Herdiana)

Wahana yang bisa dinikmati antaranya kincir angin, gajah terbang, water park yang berada di area kolam renang, kereta api mini, sampai sepeda mini.

Sesuai tema taman, Taman Lalu Lintas memiliki banyak permainan yang mengandung wawasan lalu lintas. Begitu memasuki pintu gerbang taman, pengunjung langsung disuguhi berbagai jenis rambu-rambu lalu lintas.

Semua wahana itu melebur dengan suasana alam yang rindang. Di taman ini terdapat beragam jenis tanaman dan pohon. Sehingga meski terdapat di tengah kota, taman ini terasa teduh dan sejuk, cocok bagi keluarga untuk bersantai menemani anak-anak bermain.

Taman Lalu Lintas ditumbuhui pohon yang berusia puluhan tahun seperti pohon trembesi, jati, angsana, pinus, mahoni, dan lain-lain. Rimbuh pepohonan ini sekaligus sebagai paru-paru kota.

Dari sisi sejarah, Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution dahulunya pernah dijadikan pusat komando pertahanan Hindia-Belanda di Nusantara. Saat itu Belanda membangun taman dengan nama Insulindepark.

Bermain di atas panser di Taman Lalu Lintas Bandung. (Iman Herdiana)

Pada zaman kolonial, di Insulindepark biasa digelar pasar malam atau pameran yang dikunjungi banyak none atau Indo-Belanda.

Pada perkembangan berikutnya, Insulindepark diubah menjadi Taman Lalu-lintas Ade Irma Suryani Nasution. Nama Ade Irma Suryani Nasution diambil dari nama putri sulung Jenderal A.H. Nasution yang merupakan salah satu jenderal yang lolos dari peristiwa kelabu G30S tahun 1965.

Setiap musim liburan, Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani Nasution selalu padat dikunjungi wisatawan. Tingginya minat pengunjung kadang membuat arus kendaraan tersendat.

Saat musim liburan, dalam sepekan jumlah kunjungan bisa mencapai lebih dari 30 ribu orang atau sekitar 4.000 orang lebih perharinya. (Iman Herdiana)