kumparan
24 November 2019 17:28

Nonton 'Nightmare Side', Mengenang Cerita Horor di Kota Bandung

Annotation 2019-11-22 194729.jpg
BANDUNG, bandungkiwari - Sejak awal 90an, tepatnya tahun 1992, sebagian anak muda Bandung akrab dengan cerita-cerita horor yang diputar di program radio Ardan, Nightmare Side. Isi cerita berkisar seputar pengalaman pendengar mulai dari misteri atau pengalaman mistis yang diangkat dari kisah nyata.
ADVERTISEMENT
Sekali pernah ada cerita tentang mobil ambulans di Jalan Bahureksa yang terlihat keliling kota tanpa ada pengemudinya. Kali lain cerita tentang warga di Jalan Surya Kencana yang pada malam-malam tertentu mendengar suara pasukan kerajaan yang berjalan rapi lengkap dengan kereta kencana yang kudanya melintas pada malam hari.
Kini, setelah 27 tahun, program radio asal Bandung itu diangkat ke layar lebar dengan nama yang sama: Nightmare Side The Movie. Disutradarai oleh Joel Fadly, film ini menghadirkan sejumlah pemain muda seperti Gege Elisa, Fay Nabila, Melissa Karim, Ajil Ditto, dan Elina Joerg. Ada juga komika Mo Sidik dan Anyun, Bayu Oktara, Ardan Radio Crew, serta Ardanschool Squad.
Menurut penulis cerita film Nightmare Side, Dimasta Tri Aditiyo, jika pada versi radio ada 3 cerita yang dibacakan, pada film ini cerita-cerita yang ada disatukan menjadi satu cerita. “Ide cerita saya pilih dari yang masuk sejak tahun 2009. Dipilih yang ada setting sekolah dan ada kota Bandung,” katanya, Kamis (21/11).
ADVERTISEMENT
Dimasta menambahkan, film ini dipersembahkan bagi orang-orang yang membuat program Nightmare Side di Radio Ardan sejak awal program ini ada. “Tentunya juga untuk semua insan muda yang setia mendengarkan program ini sejak dulu,” ujar Dimasta yang juga penyiar di radio di Ardan.
Sebelumnya, Nightmare Side pernah diangkat juga menjadi layar lebar. Namun hanya ditayangkan selama empat hari walaupun permintaan akan diputarnya film ini terus memenuhi bioskop. Alasan dihentikannya pemutaran ini karena sebuah keyakinan yang membuat produser dan tim film Nightmare Side yang pertama. Sebuah keyakinan yang dilandasi oleh misteri, sama seperti misteri lain yang selalu meliputi Nightmare Side.
"Dulu memang digarap dengan cara independen dan bentuknya semi omnibus di mana ada 3 cerita berbeda di dalamnya," ujar Dimasta.
20191121_141537.jpg
Sementara itu, produser film ini, Ronny mengatakan karya ini akan diputar di lebih 100 Bioskop XXI mulai tanggal 28 November mendatang. Yang membedakan film ini dengan film horor lainnya, kata dia, selain ada ketakutan ada pula kesedihan. “Kalau film horor biasa, menakutkan. Kalau film ini ditambah berderai air mata,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Sedangkan Gege Elisa, artis yang menjadi tokoh sentral dalam film ini mengaku kalau Nightmare Side merupakan film horornya yang pertama. “Pengalaman mistis gak ada sih, seru-seru aja. Cuma memang sempat berasa takut saat adegan di toilet,” ujar gadis yang penampilannya sering disebut-sebut mirip Jennie Blackpink.
Film ini bercerita tentang seorang gadis indigo bernama Selly Larasati yang sekolah di salah satu SMA di Kota Bandung. Dia sering mendapat perundungan (bullying) dari teman-temannya. Lebih parah lagi orang tuanya tidak mempercayai dia punya kemampuan melihat mahluk halus.
Film ini bisa menjadi tontonan alternatif terutama bagi penikmat film horor. Hanya, seperti yang menjadi tagline pada program Nightmare Side di Radio Ardan selama ini: jangan pernah nonton film ini…sendirian! (febriyan)
ADVERTISEMENT
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan