Konten Media Partner

Saksi Beberkan Kronologi Pengeroyokan Haringga Sirla

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengadilan (Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengadilan (Pixabay)

BANDUNG, bandungkiwari - Empat saksi yakni Febri, Dede, Witri, dan Adang. Dalam perkara ini, ketujuh terdakwa yakni Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32) dan Aldiansyah (21). Ketujuh orang tersebut didakwa dua pasal yakni Pasal 338 KUHP dan kedua diatur Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.

Seorang saksi adalah Febry merupakan anggota Jakmania yang berada di lokasi kejadian tewasnya Haringga.

Febry mengaku turut datang untuk menyaksikan pertandingan Persib versus Persija di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Febry tidak kenal dan mengaku tidak pergi bersama korban.

Febry yang datang sendiri menuturkan saat itu Haringga lebih dulu datang ke Stadion GBLA. Saat dia datang, dia menyebut ada sweeping dari sejumlah oknum Bobotoh.

"Saya lihat ada kejadian ramai," kata Febry kepada majelis hakim yang diketuai M. Basir.

Hakim bertanya, ramai kenapa. Febry menjawab, saat itu terjadi sweeping. Ia mengaku melihat ada yang mengeluarkan KTA (kartu tanda anggota), kemudian ada yang berdiri sambil berkata The Jak secara keras.

Menurut Febry, saat teriakan tersebut terdengar, ada sejumlah orang yang berada di dekatnya hendak mendekat ke sumber suara. Dia yang sebagai anggota Jakmania tak ikut mendekat.

"Setelah itu kemudian ramai. Ada pengeroyokan," kata Febry.

Febry mengetahui yang menjadi korban merupakan suporter Persija Jakarta. Dalam hatinya, dia berniat untuk menolong. Namun kondisi tidak memungkinkan karena terlalu berisiko.

"Saya ingin membantu, tapi mikir lagi ini suatu kekonyolan. Akhirnya saya cari anggota polisi," ujarnya.

Saat itu, kata Febry, dirinya berjarak sekitar 15 meter dari posisi Haringga yang dikeroyok. Dia melihat Haringga dipukul dan ditendang.

"Ada ruang sedikit, saya melihat sampai keluar air mata. Kondisi korban mengenaskan, berdarah di kepalanya," kata Febry.

Usai kejadian, Febry mengaku berusaha mencari tahu korban. Ia sempat menghubungi sejumlah rumah sakit hingga akhirnya tahu Haringga dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

"Saya ingin tahu siapa namanya untuk memberi tahu teman-teman di Jakarta," ucapnya. (Ananda Gabriel)