Tim ITB Ukir Prestasi di Geoscience Industrial Week 2018 Malaysia

Tim mahasiswa ITB yang berhasil menjuarai Geoscience Industrial Week (GIW) 2018 di Malaysia. (Humas ITB)
BANDUNG, bandungkiwari - Tim GEA dari ITB berhasil meraih juara pertama di ajang Geoscience Industrial Week (GIW) 2018, kompetisi ilmu kebumian dan aplikasi terapannya yang digelar di Malaysia.
Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB, yakni Alfath Salvano, Aditya Rizki R, Aditya Yuda.
Ajang GIW 2018 diselenggarakan Departemen Geologi Universiti Malaya, Malaysia. Ajang yang digelar 16 April 2018 itu dibagi menjadi dua sesi. Sebanyak 45 pertanyaan harus dihadapi para peserta pada sesi pertama sebelum menghadapi 60 pertanyaan berikutnya pada sesi kedua.
Mereka yang mampu menjawab pertanyaan dinyatakan sebagai juara GIW 2018.
Kasubdit Humas dan Publikasi ITB Fivien Nur Savitri mengatakan, sebenarnya mahasiswa ITB yang masuk finalis di Geoquiz Competition ini ada 6 orang. Namun yang berhasil meraih juara satu adalah Alfath, Rizki, dan Yuda.
Ketiga orang mahasiswa ITB tersebut memenangkan juara satu setelah berhasil menyisihkan tim mahasiswa dari UGM (Universitas Gajah Mada).
“Para peserta diuji kemampuannya dalam penguasaan bidang ilmu kebumian dan aplikasi terapannya,” kata Fivien, melalui siaran persnya pada Rabu (2/5) .
Sementara Aditya Rizki R menambahkan, persiapan untuk mengikuti ajang yang berlangsung di Kuala Lumpur itu cuma dua minggu sejak timnya dinyatakan lolos hingga hari perlombaan. Minggu pertama mereka gunakan untuk mengurus segala keperluan administrasi, baru setelah itu mereka mulai fokus membaca dan mempelajari materi-materi untuk kompetisi.
Rizki mengungkapkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi kompetisi ini. “Kami bagi-bagi jobdesc. Kita bidang dan minatnya di mana lalu itu yang kita perdalam. Lalu, kita pakai strategi dan percaya sama teman sendiri,” ungkapnya.
Berhasil menjadi juara pertama bukan berarti mereka tidak menemui kendala sama sekali. Cakupan pertanyaan yang luas selama kompetisi menjadi kesulitan tersendiri. Pertanyaan mengenai geoscience dianggap sebagai yang paling sulit.
“Yang sulit bagi kami adalah ketika yang keluar itu bukan pertanyaan geologi tapi pertanyaan tentang perminyakan dan pertambangan,” katanya.
Tidak mudah meraih juara satu di Geoquiz Competition. Menurutya, kemenangan timnya tak lepas dari doa kedua orang tua dan bimbingan dosen mereka, Alfend Rudyawan, S.T, M.T., Ph.D.
Rizki dan teman-teman tentu bersyukur dengan kemenangan ini, tetutama karena bisa membawa nama Indonesia di luar negeri.
“Kan ini cita-cita setiap orang bisa membawa nama negara di tingkat internasional,” katanya.
Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya fokus pada kemampuan akademik namun juga peduli kepada masyarakat di sekitar.
“Seberapa besar kita berpengaruh di Indonesia. Seberapa besar kita mengharumkan nama Indonesia. Kita harus peduli pada masyarakat sekitar,” pungkasnya. (Iman Herdiana)
