Konten Media Partner

Unpad Sampaikan Pernyataan Resmi Atas Meninggalnya Mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah

BandungKiwari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Unpad Sampaikan Pernyataan Resmi Atas Meninggalnya Mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah
zoom-in-whitePerbesar

Logo Unpad. (Unpad.ac.id)

BANDUNG, bandungkiwari – Universitas Padjadjaran (Unpad) mengeluarkan pernyataan resmi terkait meninggalnya mahasiswa Prodi Ilmu Sejarah angkatan 2012, Mohamad Bachtiar.

Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Syauqy Lukman mengatakan, berdasarkan informasi dari Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya (Wadek FIB), Dr. Mumuh Muhsin Zakaria, M.Hum, pada Selasa (18/12/2018) pukul 04.00 WIB, untuk pertama kali diterima kabar meninggalnya mahasiswa sejarah tersebut dan menyampaikan informasinya kepada Dekan FIB Unpad, Drs. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D.

Pada pukul 06.00 WIB Dr. Mumuh tiba di rumah duka, ditemani Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Sejarah dan dua orang dosen. Di rumah duka, Dr. Mumuh beserta tim bertemu dengan ayah dan tante almarhum, beberapa orang tetangganya, dan beberapa teman kampus almarhum.

“Berdasarkan data akademik yang diperoleh dari Kaprodi Ilmu Sejarah Unpad, almarhum tidak memiliki masalah dalam hal akademik. Saat ini almarhum sedang mengerjakan tugas akhir (skripsi) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) hampir 3,” kata Syauqy Lukman, melalui siaran pers yang diterima Bandungkiwari.

Baca Juga: Mahasiswa Unpad Gantung Diri di Jatinangor, Diduga karena Asmara

“Hubungan almarhum dengan rekan-rekan mahasiswa dan dosen juga baik dan tidak ada masalah terkait aktivitas akademiknya. Ayah almarhum membenarkan informasi tersebut dan mengatakan bahwa selama ini anaknya tidak pernah menyampaikan keluhan terkait masalah akademik dan hubungan sosialnya,” lanjutnya.

Sehubungan dengan kejadian di atas, Unpad menghimbau kepada para mahasiswa untuk lebih terbuka terkait permasalahannya sehari-hari. Bila ada kendala terkait perkuliahan, juga masalah-masalah pribadi lainnya, mahasiswa dapat melakukan konseling dengan dosen wali, wakil dekan, manajer akademik dan kemahasiswaan atau Kepala Program Studi.

Di FIB sendiri saat ini untuk kasus-kasus tertentu ada beberapa dosen yang difungsikan untuk memberikan bimbingan dan konseling, di antaranya Dr. Titin Nurhayati.

“Terkait dengan kejadian tersebut, seluruh pimpinan dan sivitas akademika Unpad menyampaikan ungkapan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga keluarga diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut,” ungkapnya. (Iman Herdiana)