Air Bersih Macet, Warga Mandi Massal di Anak Sungai Martapura

Puluhan warga pria dan wanita ramai-ramai mandi di anak Sungai Martapura pada Minggu (17/2/2019) sore. Warga tak canggung menceburkan diri ke sungai di kawasan Siring Sungai Baru atau belakang Mitra Plaza, Kelurahan Pekapuran Laut, Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Aksi mandi massal anak-anak dan dewasa ke anak Sungai Martapura itu setelah distribusi air bersih macet akibat kerusakan pipa PDAM Bandarmasin di intake Sungai Tabuk sejak Jumat (15/2).
Sebagian dari mereka sekedar kecipak-kecipak badan. Tak sedikit yang menceburkan diri berenang dan mandi di sungai. Sultan (23) ikut mandi bersama di anak Sungai Martapura tersebut. Ia terpaksa mandi di sungai setelah air bersih mampet total.
"Saya sudah dua kali mandi, meski hujan begini tetap enak mandi di sungai, ramai-ramai lagi dengan warga lainnya. Jadi serasa kembali ke masa anak-anak dulu saya sering mandi seperti ini," ucap Sultan kepada wartawan banjarhits.id, Zahidi, Minggu (17/2).
Warga lainnya, Refah (32) turut mandi di sungai karena tak mau ribet mengisi air isi ulang galon ataupun menunggu armada PDAM menyalurkan air bersih. Ia tetap memakai air Sungai Martapura untuk kebutuhan mencuci pakaian dan cuci peralatan dapur.
"Tadi pagi juga saya mencuci pakaian disini, terus basuh piring juga disini, habisnya PDAM kena musibah katanya, sehingga jadi mati secara mendadak. Repot kan kalau tidak ada persiapan seperti ini, ya beginilah sudah saya pakai di sini aja berhubung juga di sini masih ada tempatnya di pinggir sungai untuk mencuci," ujar Refah.
Adapun PDAM Bandarmasih terus memperbaiki sambungan pipa intake. Pengerjaan perbaikan sudah 85 persen, sisa menutup sambungan dengan las. Setelah beres, air bersih mulai dialirkan dari intake Sungai Tabuk ke IPAL Pramuka untuk selanjutnya didistribusikan ke pelanggan secara bertahap.
"InsyaAllah jam 08.00 Wita malam ini sudah bisa dialirkan kembali. Namun normal tetap menunggu IPAL dulu mengalirkan kerumah rumah, kemungkinan kalau dekat bisa langsung normal, tetapi yang jauh bisa besok baru normal," kata Wahid.
