Anak Punk Ikut Perjuangkan Nasib Buruh di Banjarmasin

Aksi May Day yang dilancarkan ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kalsel, Rabu (1/4/2019) menarik minat belasan anak-anak punk di Kota Banjarmasin. Mereka bersolidaritas dengan ikut unjuk rasa.
Remaja punk berpakaian serba hitam kut long march deretan rombongan massa aksi buruh dari Bundaran Hotel A hingga Balai Kota Kota Banjarmasin. Di tengah aksi, keterlibatan mereka dicegat salah satu intel kepolisian serta massa buruh di depan balai kota. Sebab, remaja punk ini tidak mengantongi surat pemberitahuan untuk demonstrasi dan tidak berkoordinasi dengan serikat buruh.
Koordinator aksi dari anak-anak punk, Arida mengaku mereka hanya ingin bersolidaritas terhadap buruh yang nasibnya kian mencekik. Apalagi, menurut dia, aksi May Day sejalan dengan perspektif punkers yang menolak sistem kapitalisme.
"Kami hanya ingin bergabung dan berempati. Soal tuntutan, kami kira sama. Yaitu menolak upah murah dan penghapusan outsourcing. Banyak dari kami yang juga buruh," ujar Arida kepada wartawan banjarhits.id, Rabu 1 Mei 2019.
Lantaran dicegat, Arida CS melipir dengan menggelar aksi tak jauh dari Balai Kota Banjarmasin, tepatnya di depan Hotel Victoria. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan pesan-pesan perlawanan terhadap buruh yang tertindas.
"Perkara surat menyurat itu, ya sudah. Kami kira tidak masalah. Yang penting kami sudah bersolidaritas dalam May Day kali ini," tandas Arida.
