Besok, 88 Motoris Klotok Wisata Mogok Massal Angkut Pelancong

Puluhan motoris perahu klotok wisata dari tiga dermaga di Kota Banjarmasin sepakat mogok massal melayani pelancong ketika susur sungai. Sedikitnya ada 88 orang motoris akan mogok massal menentang Surat Edaran Dinas Perhubungan No. 551.43/229/Dishub/2019 tentang Peringatan.
Ketua Persatuan motoris kelotok Maju Karya Bersama, Burhanuddin, mengatakan seluruh motoris sepakat untuk mogok angkutan pada Minggu, 3 Maret 2019. Hal ini manifestasi penolakan terhadap rencana penertiban dari Dishub Banjarmasin.
"Kami sudah bersepakat seluruhnya untuk mogok angkut wisata pada hari besok di tiga titik dermaga, yaitu Dermaga Siring Tendean, Dermaga Patung Bekantan, dan Dermaga Soto Bang Amat. Secara serentak dari pukul 01.00 malam ini," ucap Burhanuddin kepada wartawan bajarhits.id, Zahidi, Sabtu (2/3).
Menurut dia, kebijakan dishub ihwal pelarangan penumpang di atas atap klotok bukan solusi tepat. Burhanuddin justru melihat aturan ini dipaksakan yang merugikan motoris klotok wisata se-Banjarmasin.
Burhanuddin berasumsi dishub tidak bijak karena mengabaikan solusi jalan tengah di antara kisruh motoris dan Dishub Banjarmasin.
"Dishub bisa bijak mempertimbangkan win-win solution, kan bisa cara lain dengan memberi jaket pelampung untuk safety penumpang yang duduk di atas atap tanpa harus melarangnya duduk di atas," ia melanjutkan.
Selain bentuk protes kepada Dishub, Burhan menuturkan mogok angkutan wisata susur sungai sebagai bentuk kekecewaan motoris ke pihak dishub yang ingkar kesepakatan. Menurut dia, Dishub Banjarmasin memang memberi tenggat enam bulan bagi motoris agar mengubah klotoknya lebih aman.
Alih-alin enam bulan, Burhanuddin kecewa ketika Dishub Banjarmasin tiba-tiba mengirimkan surat edaran semacam itu dalam tempo sebulan sejak kesepakatan diteken. "Kan ini tidak singkron antara tindakan dan kesepakatan awal," ucap dia.
Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin mengeluarkan surat edaran tentang peringatan kepada motoris kelotok agar tidak mengizinkan penumpang atau wisatawan duduk diatas atap kelotok.
Himbauan ini sebagai upaya mengutamakan keselamatan pelancong saat susur sungai. Apabila petugas masih menemukan motoris banden, maka klotok disanksi tidak boleh beroperasi lagi.
