Desa Marajai Digadang Pelestari Buah Lokal Asli Balangan

Bupati Balangan H Ansharuddin bangga atas partisipasi warga Desa Marajai, Kecamatan Halong yang sukses menggelar Festival Buah. Agenda ini dalam rangka melestarikan keberadan buah lokal agar tak tergerus di tengah derasnya buah impor yang masuk ke Balangan.
Menurut H Ansharuddin, saat ini keberadaan pohon buah khas Balangan sudah tergolong langka. Untuk itu, kegiatan yang digelar warga Marajai merupakan salah satu upaya melestarikan potensi lokal yang dimiliki, khususnya buah-buahan lokal.
“Desa Marajai, merupakan salah satu sentranya buah-buahan lokal yang ada di Kabupaten Balangan,” jelas Bupati Ansharuddin lewat siaran pers ke banjarhits.id, Selasa (11/2/2020).
Ia berharap Desa Marajai bisa menjadi desa yang berfokus melestarikan buah langka. Selain itu, didukung pula wisata yang tersedia di desa tersebut.
Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Kalsel, Samsir Alam, merasa senang akan adanya lokasi tumbuhnya buah langka. Ia tidak menyangka masih ada buah-buahan lokal yang khas dan hanya ditemukan di Kalsel, khususnya di Kabupaten Balangan.
"Melalui pameran buah ini menjadi upaya bagaimana kembali mengangkat buah lokal, buah hutan, buah gunumg menjadi buah yang dilestarikan," ucap Samsir.
Pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk menanam kembali dan melestarikan buah langka di Balangan. Bahkan direncanakan diangkat pada event yang lebih besar. Kabupaten Balangan, ujar Samsir, akan menjadi satu-satunya tempat yang bisa mengekspor buah langka.
Selain itu, pihaknya juga akan mengikutsertakan buah langka dalam festival TMII di Jakarta. (*)
