Konten Media Partner

Disdikbud Banjarmasin Ragukan Anak SD Mengakses Situs Porno

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Disdikbud Banjarmasin Ragukan Anak SD Mengakses Situs Porno
zoom-in-whitePerbesar

banjarhits.ID, BANJARMASIN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjarmasin meragukan klaim pakar psikologi Ahmad Syarief bahwa 93% anak SD pernah mengakses situs pornografi. Menurut Kepala Disdikbud Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, survey itu tanpa acuan metode dan margin error yang jelas.

"Saya tidak begitu yakin akurasi survey itu, karena sampel dan metode yang dipakai tidak dijelaskan secara detail. Begitu juga margin errornya," kata Totok Agus Daryanto saat dikonfirmasi banjarhits.ID, Jum'at (23/11).

Totok meragukan hasil survey karena pihak sekolah di bawah binaan Kota Banjarmasin sudah maksimal memberi pengajaran karakter sesuai kurikuum yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca Juga: Psikolog: 93 Persen Bocah SD Pernah Mengakses Situs Pornografi

Sekolah, kata Totok, mengkombinasikan antara pendidikan keluarga dan sekolah. Pihaknya pun sangat intens berkomunikasi atas perkembangan karakter anak, karena sekolah hanya bisa mengawasi saat anak di sekolah.

Ia menegaskan guru tidak ada kewenangan mendidik di luar sekolah. Totok menerangkan orang tua berkewajiban mengawasi penggunaan internet dan memberikan batasan-batasan apa yang boleh diakses, sehingga terhindar dari situs berkonten pornografi.

“Sekolah juga mempunyai regulasi dalam pengawasan penggunaan medsos, dan memberikan penjelasan penting bijak dalam menggunakan medsos dengan program PPK (penguatan pendidikan karakter)," ucap dia.

Di Banjarmasin, seorang psikolog anak, Ahmad Syarief memaparkan hasil survey. Dari 80 anak SD, kata Syarief, sekitar 93% dari jumlah itu pernah mengakses situs porno yang bisa didapat dari mana saja, baik sengaja maupun tidak sengaja. (Zahidi)