Gubernur Kalsel Teken Prasasti Museum Budaya Banjar di Inhil Riau

Kerukunan Buhan Banjar (KBB) se-Provinsi Riau menggelar halalbihalal dengan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau pada Jumat (26/7) malam. Acara berlangsung di Lapangan Gajah Mada, Kota Tembilahan, Indragiri Hilir.
Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu, datang didampingi istri Hj Raudatul Jannah dan rombongan. Suasana kebersamaan penuh kekeluargaan mewarna silaturahmi Gubernur H Sahbirin Noor dengan masyarakat Tembilahan.
Kedatangan Paman Birin dan istri beserta rombongan, disambut langsung Gubernur Riau, Syamsuar, dan Bupati Indragiri Hilir, HM Wardan. Menurut bupati, masyarakat Tembilahan yang mayoritas Suku Banjar, sudah lama menunggu kedatangan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor.
“Karena itu, saya ucapkan terimakasih atas kedatangan Paman Birin beserta istri di Inhil (Indragiri Hilir, Red.) yang merupakan kabupaten terluas di Riau ini,” ujar HM Wardan lewat siaran pers Humpro Kalsel ke banjarhits.id, Minggu 28 Juli 2019.
Inhil meski dihuni suku lainnya, seperti Melayu dan Bugis, sambung HM Wardan, namun mayoritasnya Suku Banjar dan hidup berdampingan. Bahkan peran ulama Banjar sangat berpengaruh.“Seperti Tuan Guru Syeikh Abdurahman Siddiq atau Tuan Guru Sapat, yang makamnya sering diziarahi masyarkat Inhil,” jelas HM Wardan.
Paman Birin serasa pulang kampung meski berada di Tembilahan, negeri hamparan kelapa dunia ini. Ia bangga dapat bersilaturahmi dengan masyarakatnya yang mayoritas urang Banjar.
“Ke Tembilahan ini rasa pulang kampung. Bahasa Banjar disini kental, seperti bukan di Sumatera. Apa yang bisa saya bantu untuk menguatkan budaya Banjar di Tembilahan, pasti saya bantu asal sesuai aturan,” ujar Paman Birin.
Pada kesempatan ini, Paman Birin menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk penyelenggaraan halalbihalal Kerukunan Buhan Banjar (KBB) di Tembilahan.
Tak hanya itu, Paman Birin juga membagi 180 lembar kain sasirangan kepada masyarakat Tembilahan, Riau, serta menandatangani prasasti pembangunan Museum Budaya Banjar di Inhil.
Paman Birin dan istri serta rombongan, ke Tembilahan mengggunakan speedboat dari Batam kurang lebih 5 jam perjalanan. (Adv)
