Konten Media Partner

Lama Tutup, Hotel A Tetap Bayar Listrik Rp 70 Juta Sebulan

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Lama Tutup, Hotel A Tetap Bayar Listrik Rp 70 Juta Sebulan
zoom-in-whitePerbesar

Banjarhits.id, Banjarmasin - Sebuah gedung berkelir putih menjulang tinggi di kawasan strategis pusat Kota Banjarmasin. Meski di pusat keramaian lalu lintas kendaraan, gedung berlogo A itu tampak senyap. Terletak di simpang empat Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Pangeran Samudera, bangunan Hotel A dengan tujuh lantai dan 149 kamar ini sudah dua tahun tak beroperasi lagi.

Dari luar gedung, bagian luar bangunan hotel ditumbuhi aneka macam kembang dan rumput liar. Dinding putih yang kian memudar serta ditumbuhi lumut melambangkan hotel tersebut telah berusia tua. Halaman hotel yang luas dengan batu bata yang ditutupi oleh pasir dan tanah serta ditambahi dedaunan kering tanda hotel A Banjarmasin kurang terurus.

Bukan hanya itu, pagar besi yang dulunya menjadi tameng dari oknum yang ingin melintas masuk ke dalam hotel, kini sudah berlubang, patah dan hanya ditutupi bunga-bunga.

Dibalik keterpurukan hotel A Banjarmasin, masih menyisakan pegawai penjaga keamanan yang setiap hari meluangkan waktunya menjaga aset hotel. Sosok si penjaga Hotel A Banjarmasin tersebut adalah Iwan.

Iwan telah bekerja di Hotel A Banjarmasin semenjak awal hotel tersebut dibangun pada 1990-an. Ia mengungkapkan, pemilik Hotel A Banjarmasin milik seorang pebisnis keturunan Cina yang sudah lama hijrah ke Jakarta sekitar dua tahun yang lalu.

Ia belum mendengar informasi perbaikan atau tata ulang bangunan hotel A Banjarmasin. "Sampai sejauh ini masih belum ada Informasi," kata Iwan kepada banjarhits.id, Kamis (5/7/2018).

Iwan mengatakan, manajemen Hotel A Banjarmasin masih melakukan pembayaran listrik kepada PLN sejumlah Rp 70 juta setiap bulan. "Akan tetapi untuk air PDAM hotel tidak bayar, karena sudah lama diputus" ujarnya.

Ia menjadi saksi sejarah penghancuran hotel A Banjarmasin pada saat tragedi Jumat kelabu pada tahun 1997 silam. "Sempat terbakar juga plaza-plaza di lantas atas," kata Iwan.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengungkapkan sudah berusaha menghubungi pemilik hotel A Banjarmasin tapi tidak menemukan pemiliknya. Padahal menurutnya, sudah meminta bantuan kepada pihak keluarga yang bersangkutan.

Ia mempertanyakan kepada pemilik hotel A Banjarmasin mau digunakan untuk apa bangunan tersebut. "Mau dibiarkan begitu saja atau ingin dikerjasamakan dengan pihak ketiga atau bahkan mau diserahkan Pemkot Banjarmasin, kita enggak tahu,” tutupnya sembari ketawa. (M Robby)