Konten Media Partner

Ratusan Mahasiswa di Kalsel Unjuk Rasa, Tuntut Gubernur Atasi Karhutla

banjarhits

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (duduk), dan mahasiswa demontrasi protes karhutla, Selasa (24/9). Foto: Donny Muslim/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor (duduk), dan mahasiswa demontrasi protes karhutla, Selasa (24/9). Foto: Donny Muslim/banjarhits.id

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Kalimantan Selatan (Kalsel) tumpah ruah di Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, Kota Banjarbaru, Selasa (24/9). Tercatat lebih dari 500 mahasiswa berunjuk rasa untuk merespons bencana kabut asap imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Peserta aksi menuntut keseriusan Pemprov Kalsel dan aparat penegak hukum di Kalsel untuk menanggulangi karhutla. Berdiri di depan kantor Setda Pemprov Kalsel, massa koar-koar memanggil Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, selaku orang yang paling berwenang untuk bicara.

Dari pantauan banjarhits.id, sempat terjadi aksi saling dorong karena Sahbirin terlambat datang. Awalnya massa memaksa masuk ke ruangan gubernur. Namun, berselang lima menit, Sahbirin Noor akhirnya menemui para pedemo.

Di depan gubernur, mahasiswa menyampaikan keresahannya terkait karhutla yang terus terulang setiap tahun. Massa meyakini, karhutla di Kalsel terjadi karena oknum pembakar lahan. "Kami minta data konkret pelaku pembakar lahan sekarang juga," seru salah satu seorang peserta aksi, Selasa (24/9).

Setelah mendesak pihak Pemprov Kalsel, menjelang siang akhirnya massa memperoleh data yang diinginkan. Massa mendapatkan angka titik api dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kalsel hingga angka aktor pembakar lahan. Tercatat ada dua perusahaan yang berhasil terungkap.

Tak puas atas data itu, Gubernur Sahbirin didesak menandatangani tujuh poin janji politik, di antaranya komitmen penangkapan oknum pembakar lahan, pemberian bantuan kesehatan dan santunan bagi korban kabut asap, serta menuntut pemerintah untuk tidak lagi membuka kebun kelapa sawit yang berimbas pada karhutla.

embed from external kumparan

Di akhir komitmen, tersemat juga desakan kepada gubernur untuk mundur jika tak mampu melaksanakan tujuh komitmen dengan baik. Gubernur Sahbirin akhirnya menandatangani janji tersebut.

"Atas nama kemanusiaan, saya siap," kata Sahbirin Noor.

Koordinator lapangan aksi, Hasan Asri, berkata pihaknya memberi waktu dua pekan untuk komitmen itu terealisasi. Kalau tidak terlaksana, pihaknya akan kembali dengan massa aksi yang lebih besar.

"Harus diinvestigasi. Kami lihat ada oknum yang sengaja membakar lahan baru," ujar Hasan. Aksi berakhir dengan menyanyikan lagu kebangsaan bersama-sama.

Massa mahasiswa protes karhutla di depan Kantor Setda Pemprov Kalsel, Selasa (24/9/2019). Foto: Donny Muslim/banjarhits.id