Konten Media Partner

Seni Bapandung Banjar Butuh Regenerasi

banjarhits

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Guru TK dan SD mengikuti workshop Bapandung di Taman Budaya Kalsel, Rabu (27/2). Foto: Donny Muslim/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Guru TK dan SD mengikuti workshop Bapandung di Taman Budaya Kalsel, Rabu (27/2). Foto: Donny Muslim/banjarhits.id

Puluhan guru tingkat TK hingga SD ramai-ramai mengikuti workshop belajar seni tutur Bapandung di Gedung Bakhtiar Sanderta Taman Budaya. Rabu (27/2/2019). Lokakarya ini mengusung misi regenerasi tokoh Pemandungan di tengah minat makin berkurang.

Acara belajar Bapandung diisi tokoh Bapandung, Abdusyukur MH. Ia merupakan satu-satunya Pemandungan di Kalimantan Selatan yang masih aktif melakukan pentas seni.

Menurut Syukur, Bapandung pernah mencorong bersama seni bertutur lainnya, seperti Mamanda, Madihin, dan Bakisah puluhan tahun silam. Bedanya, kesenian yang satu ini lebih ekspresif masuk ke dalam cerita yang dibawakan.

"Kalau Bakisah itu cuma sekadar membawakan cerita. Namun, Bapandung harus merasuk dalam tokoh tersebut. Dari pembawaan hingga kostum," ujar Syukur kepada wartawan banjarhits.id, Donny Muslim.

Dari segi cerita yang diusung, tidak ada pakem khusus untuk membawakan seni Bapandung. Mereka membawakan lakon jenaka hingga serius, semuanya boleh ditampilkan. Lantaran mudah dipelajari, Syukur menilai harusnya seni mendongeng khas masyarakat Banjar ini bisa berkembang.

Kenyataannya justru berbanding terbalik. "Bahasa Banjarnya indah ngalih. Tidak mau repot. Dan gengsi menggunakan bahasa Banjar yang jadi regenerasi Pemandungan menjadi sulit. Aku menaruh harapan ada generasi baru Pemandungan. Jangan sampai Bapandung seperti hidup segan mati tak mau," ucap Abdusyukur.

Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, mengatakan peserta Bapandung datang dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel. Tak cuma habis sampai tahap belajar, Suharyanti mengungkapkan agenda pelestarian Bapandung bakal dikemas lebih menarik lagi dengan konsep perlombaan.

Pesertanya berasal dari hasil workshop. "Bulan Mei nanti kami agendakan Festival Bapandung. Saya berpesan, kesenian tradisi ini jangan sampai mati," tandasnya.