Konten Media Partner

Wartawan Diserang Sakit Misterius setelah Liputan Pohon Berhantu

banjarhits

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pohon beringin angker di Gang Haidar RT 6 dan 7, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Banjarmasin. Pohon ini sering bikin bergidik karena aura mistis dan hendak ditebang Pemko Banjarmasin. Foto: Muhammad Rahim/banjarhits.id
zoom-in-whitePerbesar
Pohon beringin angker di Gang Haidar RT 6 dan 7, Kelurahan Kertak Baru Ulu, Banjarmasin. Pohon ini sering bikin bergidik karena aura mistis dan hendak ditebang Pemko Banjarmasin. Foto: Muhammad Rahim/banjarhits.id

Seorang pewarta banjarhits.id -- official partner kumparan.com, Zahidi tiba-tiba dibekap sakit panas menggigil setelah menulis artikel pohon berhantu di lingkungan RT 6 dan RT 7 Gang Haidar, Jalang Pangeran Samudera, Kota Banjarmasin.

"Wartawan yang kemarin itu sepertinya kapidaraan (sakit akibat disapa arwah gentayangan, red). Padahal, kalau tidak dipikirkan, bakal tidak terjadi apa-apa. Toh, kedatangannya asal diniatkan baik saja," kata Yurna, ketua RT 07 kepada banjarhits.id pada Sabtu (27/7/2019) pagi.

Cerita pohon berhantu awalnya datang dari Novri Gita, Kasubag Pengelolaan Pengaduan Lapor Baiman Setdako Banjarmasin ketika sosialisasi aplikasi Lapor Baiman di Kelurahan Kertak Baru Ulu pada 25 Juli 2019. Kemudian, Novri bercerita ke sejumlah wartawan, termasuk Zahidi.

Atas dasar informasi ini, Zahidi turun ke lokasi untuk mengkonfirmasi kebenaran pohon berhantu. Ia pun menulis keluhan warga ihwal pohon beringin usia ratusan tahun itu yang bikin bergidik karena menimbulkan aura mistis.

Sehari setelah tulisan tayang di banjarhits.id, Zahidi baru merasa ada hal-hal aneh mendekap badannya. Ia tiba-tiba diserang demam tinggi yang menggigil. Zahidi pun bergegas ke dokter untuk periksa kesehatan.

embed from external kumparan

Setelah pengecekan kesehatan, kata Zahidi, dokter tidak memberi diagnosis gejala sakit. Zahidi hanya pasrah untuk istirahat di rumahnya Komplek Manarap, Jalan Ahmad Yani Kilometer 8.

"Saya tidak pernah mengalami gejala seperti ini sebelumnya. Bahkan liputan-liputan ke Jejangkit kemarin itu, kondisi tubuh saya kuat dan tidak terserang sakit. Dan sering pula, sejak umur 8 tahun memalami kuburan yang meninggal. Tidak terserang apa-apa, tidak lemah buluan," terang Zahidi ketika menceritakan ulang ke M Rahim.

Zahidi memang bergegas ke lokasi pohon begitu menerima informasi laporan warga ihwal pohon berhantu yang hendak ditebang. Di tempat pohon besar beringin, Zahidi sibuk jepret-jepret foto. Setelah itu, ia mewawancarai tiga orang warga di lingkungan sekitar.

"Semula tidak ada perasaan aneh. Namun saat di tengah mendengar cerita masyarakat tersebut dan mendekat ke posisi pohon besar di RT 06 itu, perlahan perasaan aneh muncul. Merinding dan hawa dingin mendekat dan mengikuti hingga kembali ke rutinitas di press room Pemko Banjarmasin," ujar Zahidi.

Ia pun kembali ke lokasi untuk menemui petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin yang kebetulan survei ke pohon berhantu pada Jumat pagi, 26 Juli 2019.

kumparan post embed

"Saya sambil meliput prosesnya, badan semakin dingin. Padahal hari semakin panas, perasaan dingin ini bertahan hingga sore Jum'at dan hampir 24 jam diiringi hawa dingin itu," kisah Zahidi.

Dinas LH akan memangkas pohon angker ini secara bertahap. Rencananya dipotong pada Jumat sore, lalu bergeser pada Sabtu pagi, 27 Juli 2019. Lagi-lagi, Dinas LH batal memangkas pohon itu pada Sabtu pagi.

Adapun Budayawan Banjar, Tajuddin Noor Ganie, menyarankan untuk memakai banyu pidara. Menurut dia, penyembuhan lewat banyu pidara sebagai upaya netralisir kondisi diri dari gangguan arwah gaib di tubuh manusia.

Di kalangan etnis Banjar di Kalsel, banyu pidara sebagai sarana menyembuhkan penyakit kapidaraan (sakit panas) yang diderita oleh seorang anak balita akibat disapa oleh arwah orang yang meninggal.

Kata Tajuddin, cukup seember air tawar dicampur rendaman beberapa lembar daun pidara. Upaya pencapaian tujuan fungsional itu, kata dia, dilakukan lewat cara memandikan anak balita atau seseorang yang bersangkutan dengan banyu pidara.