Badai Matahari Tidak Berdampak Signifikan di Gorontalo

BANTHAYO.ID -Staf Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Operasional Stasiun Geofisika Kelas II, Gorontalo, Yudi Bramantyo, menyatakan masyarakat di daerah itu tak perlu khawatir soal badai matahari yang akan berlangsung pada Jumat (15/3).
Sebab badai itu, menurut Yudi, tidak berpengaruh di Gorontalo. "Mungkin dampaknya hanya akan terasa di komunikasi satelit, telepon, radio dan alat elektronik lain, yang menggunakan gelombang elektromagnetik, tapi tidak bagi manusia," katanya, Kamis (14/3), lewat pesan whatsapp.
Ia juga mengatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir naiknya intensitas panas matahari, sebab Gorontalo memang sudah terasa panas sejak dahulu.
Yudi menjelaskan tentang badai matahari yang akan berlangsung pada Jumat. Ia mengatakan bahwa ledakan tersebut berasal dari sinar kosmik matahari yang menuju bumi atau yang dikenal dengan badai matahari.
Fenomena badai ledakan di permukaan matahari berasal dari material utama fotosfer. Fotosfer sendiri dari gas, seperti hydrogen dan helium yang bisa meledak sewaktu-waktu.
“Hal tersebut sudah sering terjadi, karena bagian fotosfer adalah gas,” ujarnya.
Badai matahari juga bisa disebut sebagai fenomena pelepasan energi magnetik, karena adanya peningkatan suhu di permukaan matahari beserta partikel-partikel lainnya. Partikel tersebut akan menyebabkan ledakan yang kuat keluar angkasa dan dampaknya bisa dirasakan hingga ke bumi.
“Tetapi dampak yang bisa dirasakan bumi tidak sampai ke naiknya intensitas panas matahari yang akan sampai ke permukaan bumi," ujarnya.
Fenomena tersebut hanya cenderung mempengaruhi medan magnet yang ada di sekitar atmosfer bumi. Badai matahari tersebut hanya akan mempengaruhi media yang menggunakan gelombang elektromagnetik. Seperti gangguan komunikasi, gangguan akurasi pada GPS, radiasi yang mengganggu operasional satelit serta menyebabkan aurora di belahan bumi selatan dan utara.
---
Reporter : Renal Husa
Editor : Febriandy Abidin
