News
·
10 November 2020 18:29

Gorontalo Urutan Pertama Nasional Daerah Terendah Kasus COVID-19

Konten ini diproduksi oleh banthayo.id
Gorontalo Urutan Pertama Nasional Daerah Terendah Kasus COVID-19 (431012)
Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Banthayo - Provinsi Gorontalo menjadi daerah dengan persentase kasus Covid-19 terendah di Indonesia. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 5 November 2020, memperlihatkan persentase kasus Covid-19 di Gorontalo tinggal 1,2 persen.
ADVERTISEMENT
Setelah Gorontalo, di urutan kedua ditempati oleh Jawa Timur dengan 4,03 persen. Selanjutnya ada Provinsi Kalimantan Selatan 4,43 persen, Bali 5,13 persen dan Sulawesi Selatan 6,94 persen.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo menyebutkan, kasus aktif Covid-19 pada 5 November kemarin sebanyak 1,2 persen. Rinciannya, tingkat kesembuhan mencapai 96 persen dan kematian 2,7 persen.
Jika berdasarkan target pengujian yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) 1:1000 penduduk, maka jumlah pengujian yang dilakukan di Gorontalo ada sebanyak 1.031 spesimen, dengan jumlah positif 38 kasus atau 3,6 persen.
Dua minggu sebelumnya pada saat swab mandiri Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi, jumlah spesimen yang diperiksa 1.835 orang dengan hasil positif 20 orang yang dalam persentase sebanyak 1,08 persen. Angka ini di bawah indikator yang ditetapkan Kemenkes, yaitu kurang dari lima persen.
ADVERTISEMENT
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie mengatakan, semakin terkendalinya penyebaran covid-19 seharusnya diiringi dengan tingkat kesadaran warga dalam mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, penurunan kasus ini tidak menjamin penyebaran Covid-19 terhenti.
“Selama belum ada vaksinnya, maka Covid-19 tidak benar-benar hilang. Bisa jadi ke depan akan ada lonjakan, kita tidak tahu. Yang terpenting adalah masyarakat secara sadar tetap mematuhi protokol kesehatan di segala aktivitas, terutama menyangkut penggunaan masker,” ucap Rusli.
Rusli juga menjelaskan bahwa ada komitmen dan sinergitas bersama antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, sehingga Covid-19 di Gorontalo makin melandai. Selain itu, instansi vertikal serta Forkopimda yang juga bekerja hingga ke tingkat bawah, bahu membahu untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Menurutnya, dukungan Kapolda Gorontalo, Danrem 133 Nani Wartabone, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan semua pihak sangatlah membantu. Terutama untuk menyosialisasikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Pelibatan mahasiswa, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat juga dilakukan.
ADVERTISEMENT
“Usaha saya kira sudah maksimal, semua pihak ikut terlibat. Bahkan kita sudah mengeluarkan Perda Penegakan Protokol Kesehatan. Sekarang semuanya kembali kepada masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan baik di kantor, tempat makan, perbankan, di pasar dan sebagainya,” pungkas Rusli.
Penulis: Tim Banthayo