Mirisnya Madrasah Al-Furqon di Gorontalo yang Beralaskan Tanah

BANTHAYO.ID,GORONTALO - Sekolah Kelas Jauh Madrasah Ibtidaiyah Al-Furqon di Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, minim sarana dan prasarana.
Kondisi bangunan sekolah tampak belum memadai. Selain dinding yang berbahan tripleks, para siswa juga belajar dengan beralaskan tanah.
Hamid Laiko (63), ketua pembangunan sekolah Al-Furqon, mengatakan kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Sejak dibangun tahun 2013, sekolah ini minim perhatian pemerintah. Meski demikian, proses belajar mengajar tetap berlangsung.
"Dulu sangat parah, masih beratapkan rumbia dan belum ada dinding. Secara perlahan kondisi sekolah mulai membaik karena dibangun secara swadaya oleh masyarakat," kata Hamid, Sabtu (8/6).
Hamid juga mengatakan, program swadaya masyarakat terjadi lantaran keinginan masyarakat menyekolahkan anak-anaknya.
"Kalau harus ke sekolah induk yang ada di Desa Ilomata, maka mereka harus menempuh jarak tujuh kilometer. Dengan ini juga menjadi penyebab banyaknya anak kami yang putus sekolah," jelas Hamid.
Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Al-Furqon, Asrin Buntuan, mengungkapkan jumlah siswa di sana berkisar 40 orang, dan sebelumnya ruangan sekolah tersebut dibagi menjadi enam ruang kelas baru (RKB).
"Sekarang kelasnya sudah sampai pada tingkat lima, karena jumlah siswa yang setiap tahun bertambah," ujarnya.
Pihaknya berharap bantuan pemerintah untuk perbaikan sekolah bisa segera terealisasi. Hal ini guna menambah semangat siswa dalam melakukan aktivitas belajarnya.
"Itu sebabnya pihak sekolah dan juga warga di desa ini sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah. Supaya keberadaan sekolah ini mendapat dukungan, baik materi maupun morel, dan sekolah kelas jauh ini tetap dapat dipertahankan," tutup Asrin.
----
Reporter: Rahmat Ali
Editor: Febriandy Abidin
