KKN ITB Ahmad Dahlan Jakarta Perkuat Mitigasi dan Literasi

Saya adalah mahasiswa ITB AD Jakarta, Jurusan Manajemen.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Bayan Al Gifari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangerang Selatan – Sekolah bukan hanya tempat siswa mempelajari mata pelajaran di dalam kelas. Lebih dari itu, sekolah menjadi ruang untuk membangun karakter, kepedulian, dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Berangkat dari semangat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat di SMP Muhammadiyah 22 Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa mengusung dua program kerja utama, yakni edukasi mitigasi bencana alam dan penerapan budaya kerapihan serta kebersihan buku di perpustakaan sekolah. Kedua program tersebut dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Kondisi geografis yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik menyebabkan berbagai bencana, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga cuaca ekstrem, dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, edukasi mitigasi sejak usia sekolah dinilai menjadi langkah penting untuk membangun budaya siaga bencana.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana kepada para siswa. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai jenis bencana, penyebabnya, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Agar lebih mudah dipahami, penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, permainan edukatif, simulasi sederhana, serta sesi tanya jawab. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi.
"Kami ingin siswa memahami bahwa mitigasi bencana bukan sekadar teori, tetapi keterampilan hidup yang perlu dimiliki sejak dini. Harapannya, mereka dapat lebih siap menghadapi situasi darurat dan mengetahui langkah yang tepat untuk melindungi diri maupun orang lain," ujar Bayan Al Gfari, Ketua Kelompok KKN ITB Ahmad Dahlan Jakarta."
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa mengajukan pertanyaan mengenai langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi maupun banjir. Diskusi yang terbangun menunjukkan bahwa edukasi mitigasi mampu meningkatkan rasa ingin tahu sekaligus kesadaran siswa terhadap pentingnya kesiapsiagaan.
Selain mengangkat isu mitigasi bencana, mahasiswa KKN juga memberikan perhatian terhadap budaya literasi di lingkungan sekolah. Salah satu program yang dilaksanakan adalah menerapkan budaya kerapihan dan kebersihan buku di perpustakaan SMP Muhammadiyah 22 Pamulang.
Mahasiswa bersama pihak sekolah melakukan penataan ulang koleksi buku agar tersusun lebih rapi sesuai kategori. Rak-rak buku dibersihkan, koleksi yang kurang tertata disusun kembali, serta area perpustakaan dirapikan agar menjadi ruang belajar yang lebih nyaman bagi siswa.
Namun, program tersebut tidak berhenti pada penataan fisik perpustakaan. Mahasiswa juga mengajak siswa untuk membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kerapihan buku. Melalui edukasi sederhana, siswa diajak memahami bahwa buku merupakan aset sekolah yang harus dirawat bersama agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya membangun rasa tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah. Kebiasaan mengembalikan buku ke tempat semula, menjaga kebersihan rak, hingga memperlakukan buku dengan baik diharapkan menjadi budaya yang terus tumbuh di lingkungan sekolah.
"Kami menyambut baik program yang dilaksanakan mahasiswa KKN. Edukasi mitigasi sangat bermanfaat bagi siswa, sementara penataan perpustakaan membuat ruang baca menjadi lebih rapi dan nyaman. Kami berharap kebiasaan baik ini dapat terus dilanjutkan oleh seluruh warga sekolah," ujar Ikhsan Saepul Munir. M.Pd. Kepala SMP Muhammadiyah 22 Pamulang".
Bagi mahasiswa, pelaksanaan KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat. Melalui interaksi dengan guru dan siswa, mahasiswa belajar bahwa solusi terhadap persoalan pendidikan sering kali dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Kehadiran mahasiswa membawa perspektif baru, sementara sekolah memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program KKN tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan, melainkan dari dampak yang mampu ditinggalkan. Ketika siswa mulai memahami pentingnya mitigasi bencana, terbiasa menjaga kerapihan dan kebersihan buku di perpustakaan, serta semakin peduli terhadap lingkungan belajar mereka, maka tujuan pengabdian kepada masyarakat telah mulai tercapai.
Melalui kolaborasi ini, ITB Ahmad Dahlan Jakarta berharap semangat pengabdian kepada masyarakat dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sebab, membangun generasi yang tangguh menghadapi bencana dan memiliki budaya literasi yang kuat merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
